Jumat, 22 Maret 2019
16 Rajab 1440 H
x
Foto: Dok. Suqma.com
Untuk memeriahkan Asian Games, produsen busana muslimah memproduksi hijab bermotif tiga maskot Asian Games dengan lima pilihan warna.

Untuk memeriahkan Asian Games, produsen busana muslimah memproduksi hijab bermotif tiga maskot Asian Games dengan lima pilihan warna.

Pemerintah sangat gencar melakukan promosi dan sosialisasi Asian Games 2018. Salah satunya dengan menggandeng berbagai perusahaan marchandise.

Produk mode busana bermerek Suqma di antara yang ditunjuk oleh panitia pelaksana Asian Games 20018 (INASGOC) untuk menjadi brand official marchandise.  

Perusahaan yang berdiri sejak tahun lalu ini memproduksi hijab dan scarf edisi khusus Asian Games 2018.

CEO Suqma, Riel Tasmaya, menggandeng desainer kenamaan Indonesia, Jenahara Nasution sebagai direktur kreatif (creative director) untuk setiap produksinya.

"Kami bangga bisa terpilih dan diberi kesempatan untuk mendukung Asian Games 2018,” ungkap Jenahara.

Ada tiga pilihan motif maskot Asian Games dalam hijab produksi Suqma, seperti dimuat dalam laman resminya (Suqma.com). Yaitu hewan badak, kijang, dan burung.

Tiga motif maskot itu diproduksi dengan lima pilihan warna. Yaitu, Hijab Print Ruru Brown, Hijab Print Ruru Black, Hijab Print Binbin Blue, Hijab Print Binbin Dark Purple, Hijab Print Kaka Dusty Pink. Berbagai model dan motif ini dibanderol dengan harga Rp 289 ribu.

Selain bisa dipesan secara daring (online), produk Suqma ini juga didapatkan di sekitar tempat pelaksanaan Asian Games. Yakni, Stadion GBK Jakarta dan Jaka Baring Palembang. Juga, melalui agen-agen Suqma yang tersebar di seluruh Indonesia.

Mengembangkan Sayap

Pada Minggu (22/7) kemarin, Suqma mengembangkan sayap bisnisnya dengan membuka gerai keempatnya di Yogyakarta.

Di Jakarta, selain di FX Sudirman, Suqma juga punya gerai di Kota Kasablanka. Di Surabaya di Tunjungan Plaza 1 dan di Yogyakarta di bilangan C. Simanjuntak No. 41.  

"Kami melihat belanja online berkembang pesat, tapi daya beli masyarakat di toko offline juga ternyata masih jauh lebih besar. Itulah mengapa kami mencoba membuka toko ini," imbuh Riel.

Riel memilih Yogyakarta sebagai toko keempat Suqma karena melihat potensi pasar yang cukup besar di gudeg ini. Kota ini merupakan salah satu kota dengan perkembangan dunia mode busana yang cukup pesat, selain Jakarta dan Bandung.

Hijab dan busana muslimah produksi Suqma dibuat dengan bahan berkualitas yang sangat cocok digunakan di iklim tropis seperti Indonesia.

Nama SUQMA sendiri memiliki arti 'soul'. Riel sendiri berharap bahwa merek ini punya jiwanya sendiri. (*)

 

Penulis: A.Rifki