Sabtu, 21 September 2019
22 Muḥarram 1441 H
Home / Ziswaf / Sumur Wakaf Penuhi Kebutuhan Air Dusun Bangkan
FOTO | Dok.ACT
“Dulu itu ada, kita sempat beli air dari truk tangki, pas mau sampai truknya tergelincir karena jalanan di sini yang terjal dan curam. Setelah itu warga tidak berani beli dari truk lagi” papar Agus.

Sharianews.com, Yogyakarta ~ Upaya untuk mengentaskan masyarakat Gunungkidul dari ancaman kekeringan tahunan senantiasa dilakukan. Meski sudah memasuki musim penghujan dan debit air di sumur galian sudah mulai terisi, pembangunan Sumur Wakaf di area rawan kekeringan terus diperluas.

Sebagai penanda awal tahun, Global Wakaf-ACT DIY memulai pembangunan Sumur Wakaf di Dusun Bangkan, Desa Jatiayu, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul pada hari Rabu (2/1/2018).

"Sumur yang dibangun merupakan Sumur Wakaf ke-17 di wilayah DIY. Sumur itu untuk menyuplai kebutuhan warga akan air bersih, juga membantu pengairan sawah dan menjadi pasokan air di Masjid Al-Hidayah yang baru saja selesai dibangun,” terang Kharis Pradana selaku Koordinator Program Global Wakaf-ACT DIY.

Sementara ketua Dukuh Dusun Bangkan, Agus Wibowo menuturkan, ketika musim kemarau sumber air di Dusun Bangkan memang surut, hal tersebut terjadi pada musim kemarau 2018 lalu, sebagian besar sumur mengering membuat masyarakat harus mengambil air dari dusun sebelah yang sudah ada sumur bornya.

“Dulu itu ada, kita sempat beli air dari truk tangki, pas mau sampai truknya tergelincir karena jalanan di sini yang terjal dan curam. Setelah itu warga tidak berani beli dari truk lagi” papar Agus.

Sumur yang dibangun sejak kemarin, diperkirakan akan selesai dalam waktu sepekan dengan kedalaman lebih kurang 70 meter. Kharis melaporkan, setelahnya tim juga memerlukan waktu satu pekan lagi untuk memasang pipa, mesin pompa, tandon air, serta memasang pipa untuk ke Masjid Al-Hidayah dan ke rumah-rumah warga Dusun Bangkan.

“Target kami di 2019 ini, Global Wakaf-ACT DIY akan membangun 20 Sumur Wakaf di titik-titik rawan kekeringan, serta menjadikan desa yang telah dibangunkankan Sumur Wakaf tersebut menjadi desa pemberdayaan,” terang Kharis. (*)

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo