Kamis, 5 Desember 2019
08 Rabi‘ at-akhir 1441 H
Home / Ziswaf / Strategi 5C untuk Perkembangan Inovasi Wakaf Generasi Milenial
Founder wakafpreneur, Imam Nur Azis (kedua dari kiri) saat berada dalam global waqf conference ke 7 di Malaysia. Foto/dok.ist
Imam Nur Azis menjadi salah satu panelis pleno di depan 400 peserta delegasi international yang menyampaikan strategi 5C.

Sharianews.com, Jakarta ~ Saat ini, Indonesia tengah menjadi salah satu contoh pengembangan berbagai inovasi wakaf bagi generasi milenial.

Hal ini menjadi apresiasi bagi delegasi international pada Global Waqf Conference ke7 yang berlangsung pada 10-13 Nopember 2019 di Kuala Lumpur Malaysia.

Komisioner BWI (Badan Wakaf Indonesia), Imam Nur Azis yang menjadi salah satu panelis pleno di depan 400 peserta delegasi international menyampaikan, presentasi Strategi Wakafprenuer 5C dalam Pengembangan dan Inovasi Wakaf bagi Milenial di era digital ekonomi.

Strategy 5C secara singkat terdiri dari rangkaian proses membangun ekosistem wakaf produktif yang menyasar milenial agar terlibat aktif menjadi entrepreneur yang cinta wakaf.

"Pertama adalah Campaign atau meningkatkan literasi wakaf generasi muda melalui online dan offline, dan setelah itu Create dengan menciptakan wakafprenuer bootcamp melatih mereka hingga memiliki prototipe dan produk yang tervalidasi serta inovatif," ujar Imam yang juga founder wakafpreneur.

Langkah ketiga, Convert, yakni mengubah berbagai potensi ekonomi yang belum wakaf menjadi wakaf dan memproduktifkan aset.

"Karena hakikat wakaf adalah 3M (money make money) bukan hanya wakaf konvensional yang umumnya dipersepsi sebagai 3M (masjid, makam, madrasah)." lanjut Imam.

Keempat adalah Competent, yakni membangun nazir atau pengelola wakaf produktif yang profesional dan amanah.

"Kelima adalah Comply yang artinya seluruh rangkaian memajukan wakafprenuer harus dilakukan sesuai peraturan dan perundangan yang ada," tutup Imam. (*)

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo