Jumat, 19 Juli 2019
17 Thu al-Qa‘dah 1440 H
Home / Inovasi / Sri Mulyani: Penting Terus Kembangkan Keuangan Islam
FOTO | Dok. kompas.properti
Indonesia telah menerbitkan Sukuk Pendanaan Proyek yang secara khusus dialokasikan untuk membiayai pengembangan infrastruktur dasar dan layanan publik.

Sharianews.com, Nusa Dua, Bali. Keuangan Islam telah menjadi salah satu segmen industri keuangan global yang tumbuh paling cepat. Menyadari pentingnya mencapai pertumbuhan ekonomi yang inklusif, maka penting bagi negara untuk terus meningkatkan perkembangan keuangan Islam.

Demikian dikatakan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, dalam High Level Discussion, dengan Bank Indonesia dan Islamic Development Bank (IDB), dalam rangkaian kegiatan IMF-WBG Annual Meetings 2018.

“Selama bertahun-tahun, pembiayaan pembangunan konvensional telah menjadi alat utama untuk membiayai pembangunan di sebagian besar negara berkembang. Ini telah terbukti tidak mencukupi dan membutuhkan mekanisme pembiayaan inovatif alternatif, seperti produk keuangan Islam,”ujar Sri Mulyanai, seperti dikutip dari laman resmi Kemenkeu, Minggu (14/10).

Sukuk Indonesia untuk Infrastruktur

Pada acara yang membahas tentang Pengarusutamaan Keuangan Islam ke dalam Inisiatif Global, Menkeu mengutarakan bahwa Indonesia telah menerbitkan Sukuk Pendanaan Proyek yang secara khusus dialokasikan untuk membiayai pengembangan infrastruktur dasar dan layanan publik.

Indonesia juga telah menerbitkan Green Sukuk yang digunakan untuk proyek-proyek yang terkait iklim dan lingkungan. Tidak hanya itu, Penerbitan Wakala Sukuk hijau juga menandai obligasi hijau pertama dari Indonesia dan Asia.

“Berdasarkan semua ini, saya dapat mengatakan bahwa Sukuk telah memainkan peran penting dalam mencapai agenda SDGs Indonesia, baik dengan aktif berpartisipasi sebagai sumber pembiayaan dan dengan memperluas inklusi keuangan,”papar Menkeu.

Pemerintah kembangkan CWLS

Lebih lanjut Sri Mulyani memaparkan, sebagi bagi usaha mengeksplorasi sumber pendanaan yang layak dan hemat biaya untuk memastikan partisipasi publik, pemerintah mengembangkan skema Cash-Waqf Link Sukuk (CWLS).

Lewat skema CWLS ini dimungkinkan lembaga filantropis, termasuk lembaga dana wakaf, dapat menginvestasikan uang Wakaf dalam instrumen investasi yang aman dan bebas risiko, melalui penempatan swasta.

Bagi pemerintah, CWLS sejatinya bisa menjadi alternatif dan sumber dana murah. Sementara, untuk investor, Sukuk khusus ini akan dirancang untuk lembaga Wakaf sesuai dengan kebutuhan investasi.

Lebiah lanjut Sri Mulyani menjelaskan, Integrasi Sukuk dan Wakaf  ini merupakan inovasi menarik dalam keuangan Islam, karena Sukuk berpotensi menjadi alat untuk memobilisasi dana secara produktif untuk kepentingan umat.

Selain itu, tambahnya Wakaf  juga memiliki kapasitas untuk menghasilkan pendapatan dan dapat membiayai kegiatan produktif, di mana akan ada pengembalian yang dipertahankan untuk pendanaan di masa depan.

“Kolaborasi Sukuk dan Wakaf dapat menjadi inovasi dalam menyediakan pembiayaan berbiaya rendah untuk mendorong keberlanjutan ekonomi,” kata Sri Mulyani menutup pemaparannya. (*)

Ahmad Kholil