Kamis, 24 September 2020
07 Ṣafar 1442 H
Home / Keuangan / SR013 Investasi yang Tepat di Tengah Pandemi
Foto dok. Pexels
Bisa menjadi momentum

Sharianews.com, Jakarta - Pemerintah telah meluncurkan instrumen sukuk ritel (SR) seri SR013. Imbal hasil untuk sukuk ritel (SR) seri SR013. Surat berharga syariah negara (SBSN) ritel itu ditawarkan dengan kupon tetap 6,05 persen.

Terdapat 31 mitra distribusi (midis) yang akan membantu pemerintah untuk melayani pemesanan pembelian SBSN ritel secara langsung melalui sistem elektronik atau layanan daring. Salah satu midis itu adalah Bank Muamalat.

Head of Wealth Management, E-Bussiness, and Priority Segmentation Bank Muamalat, Wang Wardhana mengungkapkan SR013 adalah instrument investasi yang tepat di tengah pandemi Covid-19. Karakteristinya yang hanya bertenor tiga tahun, membuat nasabah bisa memetik hasil investasinya dalam waktu tidak terlalu lama.

“Masa pandemi Covid-19 justru bisa menjadi momentum yang pas untuk investasi di Sukuk Ritel SR013 ini,” jelasnya, dalam webinar, belum lama ini.

Selain itu, sukuk risikonya jauh lebih rendah dibanding reksadana, dan ini bisa jadi bridging bagi investor pemula ke instrumen lain karena risiko sukuk negara masih terukur.

Wang mengatakan SR013 punya potensi capital gain jika diperdagangkan di pasar sekunder. Ini karena jika dibandingkan dengan imbal hasil obligasi acuan tenor lima tahun yang sebesar 5,4 persen, maka SR013 pasti memiliki banyak peminat sehingga bisa meningkatkan harganya.

Ia mengungkapkan, di Bank Muamalat sejauh ini SR013 banyak diminati oleh para nasabah,  kalangan nasabah prioritas Bank Muamalat. “Hal ini karena fitur Sukuk Ritel menarik sebagai portofolio investasi dikalangan individu,” tambahnya.

Masa penawaran sukuk ritel seri SR013 akan mulai ditawarkan 28 Agustus 2020 pukul 09:00 WIB dan akan berakhir pada 23 September pukul 10:00 WIB.

Investor dapat membeli SR013 dengan minimal pembelian Rp1 juta dan maksimal Rp3 miliar. Instrumen itu memiliki imbal hasil tetap. SR013 bisa diperjualbelikan antar investor domestik. Tenor sepanjang 3 tahun atau jatuh tempo pada 10 September 2023.

Rep. Aldiansyah Nurrahman