Senin, 1 Juni 2020
10 Shawwal 1441 H
Home / Ziswaf / Sound of Humanity DD Gelorakan Kepedulian untuk Korban Bencana Lombok
-
Korban bencana Lombok masih sangat membutuhkan uluran tangan. Dengan Sound of Humanity diharapkan masyarakat dapat menunjukkan kepedulian mereka terhadap korban gempa yang masih sangat membutuhkan bantuan.

Korban bencana Lombok masih sangat membutuhkan uluran tangan. Dengan Sound of Humanity diharapkan masyarakat dapat menunjukkan kepedulian mereka terhadap korban gempa yang masih sangat membutuhkan bantuan.

Sharianews.com. Depok – Dompet Dhuafa (DD) bekerjasama dengan Margo City mengadakan Sound of Humanity sebagai wujud kepedulian terhadap korban bencana Lombok sekaligus untuk menggalang donasi.  

Direktur Mobilisasi Zakat, Infak, Sedekah (ZIS) Dompet Dhuafa, Bambang Suherman mengatakan, Sound of Humanity merupakan sebuah gerakan kepedulian para musisi, seniman bahkan tokoh masyarakat atas bencana yang terjadi Lombok.

“Tidak hanya partisipasi para musisi dan seniman, kami juga mengajak masyarakat untuk peduli kepada saudara-saudara kita yang sedang terkena musibah gempa di Lombok,” jelasnya melalui keterangan tertulis yang diterima Sharianews.com (25/08/2018).

Tidak hanya harta benda mereka yang rusak, tambahnya, sebagian besar jalan di Lombok Utara mengalami kerusakan akibat gempa. Mereka juga kehilangan keluarga atau kerabat tercinta yang meninggal saat musibah itu terjadi.

“Tak sedikit dari mereka yang psikologisnya terganggu akibat bencana ini,” imbuhnya.

Menurut Bambang, masih terdapat beberapa pengungsi yang belum mendapat bantuan. Khususnya di Kecamatan Gangga, Kayangan, dan Pemenang yang aksesnya yang sulit dijangkau.

“Dengan adanya Sound of Humanity diharapkan masyarakat dapat merasakan dan menunjukkan kepedulian mereka terhadap korban gempa Lombok yang sangat membutuhkan bantuan,” paparnya.

Ia melanjutkan, butuh waktu yang sangat panjang untuk memulihkan Lombok seperti sediakala. “Untuk itu kita wajib membantu dan menyemangati mereka untuk terus bangkit dari kondisi terpuruk pasca gempa,” urai Bambang.

Acara Sound of Humanity ini diisi oleh Lady On Ukulele, Loins Roberthus, Edo Martin, Dik Doank & Kandank Jurank Doank. Di sela acara itu, diadakan pula diskusi kemanusiaan dan kepedulian Lombok bersama Bambang Suherman (Direktur Mobilisasi ZIS DD) dan Maya Sita (Psikolog DD).

Program DD di Lombok

Hampir sebulan Dompet Dhuafa bergerak cepat untuk membantu korban gempa Lombok. Banyak program yang sudah dan sedang digulirkan bagi para pengungsi yang saat ini menempati posko-posko pengungsian. Di antaranya, program dapur umum lewat mobil Darling (Dapur Keliling), Aksi Layanan Sehat (ALS), menurunkan tim Psychology First Aid (PFA) hingga dokter spesialis serta perawat.

Tak hanya itu, Dompet Dhuafa juga menginisiasi keberadaan masjid darurat, sekolah sementara hingga pengadaan pipanisasi untuk 1.300 pengungsi korban gempa.  

Dompet Dhuafa memperkirakan, dari data yang dihimpunnya, gempa yang melanda wilayah Nusa Tenggara Barat ini telah mengakibatkan 76.765 unit rumah rusak dan meluluhlantakkan 671 fasilitas pendidikan. Pengungsi tercatat 431.416 jiwa tersebar di ribuan titik. 

Hingga saat ini tercatat 517 orang meninggal dunia akibat gempa. Dengan sebaran Kabupaten Lombok Utara 426 orang, Lombok Barat  40 orang, Lombok Timur 31, Lombok Tengah 2, Mataram Kota 9, Denpasar Kota 2, Sumbawa Besar 5, dan Sumbawa Barat 2 orang. Selain itu sebanyak 1.416 orang luka-luka.  

Dompet Dhuafa adalah lembaga nirlaba milik masyarakat Indonesia yang berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa dengan dana zakat, infak, sedekah, wakaf, serta dana lainnya yang halal dan legal, baik dari perorangan, kelompok, perusahaan/lembaga.

Selama 25 tahun lebih, Dompet Dhuafa telah memberikan kontribusi layanan bagi perkembangan umat dalam bidang sosial, kesehatan, ekonomi, dan kebencanaan serta Corporate Social Responsibility (CSR). [*]

Achmad Rifki