Senin, 17 Juni 2019
14 Shawwal 1440 H
Home / Keuangan / Sinergi Halal Healthcare, BNI Syariah Gandeng RS Haji Jakarta
Dhias mengatakan, ada beberapa potensi bisnis yang bisa digarap dari nota kesepahaman tersebut  “Salah satunya produk cash management Pusat Pelayanan Terpadu Kesehatan Haji dan Umrah (P2TKHU) dan Integrated Hajj Center atau Indonesia Hajj Centre,”  jelas Dhias.

Sharianews.com, JakartaBNI Syariah menandatangani nota kesepahaman dengan Rumah Sakit Haji Jakarta. Kerja sama ini terkait pemanfaatan produk dan jasa BNI Syariah untuk manajemen dan pegawai RS Haji Jakarta.

Acara penandatangan nota kesepahaman dilakukan oleh Direktur Utama RS Haji Jakarta Syarief Hasan Lutfie dan Direktur Bisnis SME dan Komersial BNI Syariah Dhias Widhiyati di RS Haji Jakarta, Pondok Gede, 12 April 2019.

Dhias mengatakan, ada beberapa potensi bisnis yang bisa digarap dari nota kesepahaman tersebut  “Salah satunya produk cash management Pusat Pelayanan Terpadu Kesehatan Haji dan Umrah (P2TKHU) dan Integrated Hajj Center atau Indonesia Hajj Centre,”  jelas Dhias.

Selain itu, ada juga potensi pembiayaan alat kesehatan dan pembiayaan pembangunan gedung Hajj Center maupun pembiayaan konsumer kelas menengah yang juga bisa digarap. 

Ditambah lagi payroll, tabungan haji dan umrah karyawan dan pembiayaan konsumer untuk dokter serta pegawai RS Haji Jakarta. Selain itu, ada juga potensi dana pihak ketiga (DPK) dari payroll pegawai dan manajemen RS Haji Jakarta.

Potensi bisnis ini seiring dengan jumlah pegawai di RS Haji Jakarta sebesar 733 orang dengan jumlah tenaga medis 22 orang, perawat 314 orang, profesional kesehatan 117 orang dan nonkesehatan 280 orang.

Menurut Dhias, tujuan kerja sama untuk meningkatkan literasi perbankan syariah. Selain itu juga mendukung terciptanya sinergi dalam halal healthcare dan pengelolaan transaksi serta kebutuhan produk perbankan syariah lain.

“Kerja sama ini akan memberikan dampak bisnis bagi BNI Syariah dan RS Haji Jakarta yang merupakan nasabah exsisting BNI Syariah,” ujarnya menegaskan.

BNI Syariah saat ini fokus menggarap kerja sama dan potensi untuk ekosistem halal. Ini karena potensi bisnis ekosistem halal berdasarkan State of Global Islamic Economy Report 2017 baik untuk bidang halal healthcare dan halal pharmaceutical dengan total sebesar Rp70 triliun.

RS Islam ataupun RS Syariah merupakan bagian dari ekositem halal. Sejak tahun 2017 BNI Syariah juga telah bekerja sama dengan Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (MUKISI). Saat ini ada sebanyak 263 rumah sakit yang menjadi anggota MUKISI.

Hingga awal 2019, BNI Syariah telah melakukan kerja sama dengan 104 rumah sakit dan industri kesehatan lainnya. Dari kerjasama ini, total pembiayaan yang telah disalurkan sebesar Rp980 miliar.

Pada penandatangan kerja sama ini turut hadir pula perwakilan dari RS Haji Jakarta, Direktur Keuangan dan Umum RS Haji Jakarta Zakaria, dan Direktur Pelayanan RS Haji Jakarta Sayid Ridho. Dari BNI Syariah, hadir pula General Manager Transactional Business Divison Agusta Rinaldi, dan General Manager Haji dan Umroh Ida Triana Widowati.

RS Haji Jakarta merupakan salah satu dari empat RS Haji di Indonesia setelah RS Haji Medan, RS Haji Ujung Pandang, RS Haji Surabaya.

Keempat RS Haji ini dibangun sebagai wujud dari gagasan di lingkungan masyarakat, khususnya para Hujjaj/Persaudaraan haji untuk mendirikan suatu "Monumen" untuk mengenang tragedi terowongan Al - Muaisin Mina yang menelan lebih dari 600 jemaah Haji indonesia pada tahun 1990. (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo

Tags: