Senin, 17 Juni 2019
14 Shawwal 1440 H
Home / Ekbis / Shamsi Ali: Islamofobia Bukanlah Sesuatu yang Baru
FOTO I Dok. inilah.com
Islamofobia adalah sejarah catatan dunia barat bahwa itu ada sejak zaman dulu," papar Shamsi Ali.

Sharianews.com, Jakarta ~ Presiden Nusantara Foundation, Shamsi Ali menjelaskan fenomena Islamofobia bukanlah dikategorikan sebagai sesuatu yang baru.

"Bukan sejak terjadinya nine eleven, bukan pula sejak terpilihnya Mr. Donald Trump sebagai presiden, bukan sejak penembakan di New Zealand, bukan. Tapi Islamofobia adalah sejarah catatan dunia barat bahwa itu ada sejak zaman dulu," papar Shamsi Ali dalam acara buka bersama di Jakarta, Jumat (24/5).

Lebih lanjut dikatakan Shamsi Ali, bahwasanya dari dulu Islam dipersepsikan agama bagi orang Timur Tengah, di mana tempat tersebut identik dengan terjadinya kekisruhan, kekerasan.

"Tempat di mana hak asasi manusia tidak dihormati, tempat di mana minoritas akan diobok-obok, wanita tidak dihormati, orang yang garang, kasar, menakutkan, Islam dipersepsikan sejak dulu sebagai agama Timur Tengah, Islam dibangun sedemikan rupa image-nya sebagai agama yang menakutkan di dunia barat," imbuh Shamsi Ali.

Sejarah yang sudah lama ini kemudian, menurut Shamsi mendapatkan justifikasi dalam berbagai peristiwa dunia.

Di antaranya peristiwa revolusi Iran, perang Afganistan, meskipun para mujahidin dianggap heroes dunia barat khususnya Amerika, yang didanai dunia barat untuk meruntuhkan Uni Soviet, akan tetapi peperangan tersebut dianggap sebagai kekerasan Islam.

Berlanjut di tahun tahun 2001, terjadi peristiwa yang maha dahsyat, yakni serangan di Newyork City di mana hal tersebut bukanlah sesuatu yang diimpikan oleh orang Amerika.

"Dan karenanya kemarahan orang Amerika ketika itu merupakan justifikasi bahwa benar agama Islam itu agama teror," pungkasnya. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo