Sabtu, 20 April 2019
15 Sha‘ban 1440 H
FOTO | Dok. istimewa
Pasar modal bukan pesaing dari perbankan. Sinergi di antara institusi keuangan syariah sangat bagus dan saling menguatkan.

Sharianews.com, Jakarta ~ Sinergi antar industri keuangan syariah, antara pasar modal syariah, perbankan syariah dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) dinilai luar biasa. Hal itu diutarakan oleh Asisten Manajer Divisi Pasar Modal Syariah Bursa Efek Indonesia (BEI), Derry Yustria.

Lebih lanjut, Derry mengatakan sinergi di antara institusi keuangan syariah sangat bagus dan saling menguatkan, tidak pernah saling menjadi pesaing. Pasar modal bukan pesaing dari perbankan, karena setengah nyawa dari pasar modal itu ada di perbankan.

“Kita transaksi lewat bank, mau beli saham transfer ke bank, RDN (Rekening Dana Nasabah) dalam bentuk rekening bank. Jadi jika seseorang menjadi investor syariah, maka sudah otomatis menjadi pengembang pasar modal syariah, sekaligus mengembangkan bank syariah,”tutur Derry di Jakarta.

Selain itu, asuransi syariah juga bersinergi, nasabah-nasabah dari perusahaan asuransi datang ke Bursa Efek Indonesia (BEI), memberikan edukasi litetasi reksadana, saham, dan sukuk itu seperti apa. Jadi ketiga institusi keuangan syariah tersebut saat ini ini sudah berjalan sangat baik, antara industri keuangan syariah.

“Alhamdulillah sekarang tidak ada persaingan. Kita justru menunjukkan kerjasama yang bagus, ke bank syariah bagus, sebab RDN juga memakai bank syariah, begitu juga dengan asuransi syariah,”papar Derry.

Menurut Derry sinergi dan kerja sama dunia perbankan juga dilakukan dengan institusi seperti pegadaian. Contohnya ketika BEI membuat pameran, pegadaian sering ikut dilibatkan, apalagi pegadaian memiliki produk jual beli emas sesuai akad syariah. 

Begitu juga dalam produk property, dimana BEI selalu memberikan dukungan dan saling bersinergi. “Selama investasi dilakukan secara benar sesuai prinsip syariah, selayaknya bisa saling sinergi, kerjasama bareng. Tetapi kalau yang investasi  bodong-bodong itu kami lawan,”pungkasnya. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Ahmad Kholil