Selasa, 20 Agustus 2019
19 Thu al-Hijjah 1440 H
Home / Lifestyle / Seruan Damai Khatib Jumat Istiqlal Usai Pilpres
FOTO I DOk. sharianews.com
Terlepas dari hal tersebut, Khatib Jum’at Masjid Istiqlal, Prof. Dr. Andi Faisal Bakti mengajak seluruh elemen masyarakat agar saling memaafkan usai pesta demokrasi 2019.

Sharianews.com, Masa berlangsungnya Pilpres (pemilihan presiden) tahun ini, potensi kericuhan antara dua kubu pasangan calon mulai terlihat. Mulai dari tindakan saling tuduh akan terjadinya kecurangan perhitungan suara, hingga peran media yang berpihak pada salah satu pasangan calon presiden.

Terlepas dari hal tersebut, Khatib Jum’at Masjid Istiqlal, Prof. Dr. Andi Faisal Bakti mengajak seluruh elemen masyarakat agar saling memaafkan usai pesta demokrasi 2019.

"Setelah semuanya berlalu, bukalah pintu maaf dan berusaha memaafkan kesalahan yang kita lakukan atau dilakukan oleh pihak lawan sepanjang kontestasi politik,” kata Andi Faisal, dikutip dari Republika.com, dalam khutbahnya di Masjid Istiqlal Jakarta, Jumat (19/4).

Konstetasi politik di pemilu 2019 ini, memang memiliki dinamika yang cukup pelik bagi elemen yang terlibat di dalamnya. Tidak heran apabila setiap orang di dalamnya memiliki kesalahan, baik berupa tindakan maupun ucapan yang menyudutkan lawan politik, bahkan tuduhan tanpa fakta.  

Andi, Guru Besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta menganjurkan agar setiap pihak dapat saling memaafkan. Sebab dalam sikap saling memaafkan akan menimbulkan persatuan dan kebersamaan.

"Memaafkan merupakan salah satu fondasi kehidupan sosial. Masyarakat akan hidup dalam kedamaian apabila mereka hidup saling memaafkan," kata dia.

Lebih lanjut Andi mengatakan, tidak mudah memang dalam memaafkan kesalahan orang lain, terlebih yang berkaitan dengan harga diri. Karena seseorang butuh mengesampingkan ego pribadi untuk mampu menerima orang lain. Dengan memaafkan, menjadikan seseorang lebih dekat kepada taqwa.

Khatib Jumat Istiqlal ini juga mengajak seluruh umat muslim untuk menahan emosi menyikapi hasil Pemilu 2019.

"Ketika kita telah mampu menahan emosi, buahnya adalah pemberian maaf kepada orang lain. Kata maaf sangat erat dengan keikhlasan, dan hanya orang yang hatinya ikhlaslah yang terbuka untuk memaafkan orang lain," imbuh dia.

 

Reporter: Fathia Rahma Editor: Munir Abdillah