Jumat, 6 Desember 2019
09 Rabi‘ at-akhir 1441 H
Home / Haji umrah / Sertifikasi Salah Satu Indikator Pembimbing Haji Profesional
FOTO I Dok. aljazeera.com
Menurut Nizar, setelah lulus seleksi dan memenuhi standar dan ukurannya adalah sertifikasi/sertifikat.

Sharianews.com, Jakarta ~ Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Nizar mengatakan, untuk menjadi petugas haji TPIHI atau PPIH konsultan ibadah harus memiliki sertifikat.

"Sertifikasi adalah salah satu indikator dari keprofesionalan dan penilaian kompetensi," kata Nizar.

Menurutnya, setelah lulus seleksi dan memenuhi standar dan ukurannya adalah sertifikasi/sertifikat.

Setiap pembimbing jemaah haji yang telah memiliki sertifikasi diharapkan dapat memberikan bimbingan dan penguatan, serta memberikan pencerahan kepada jemaah haji sambil menunggu waktu keberangkatan ke tanah suci.

Demikian seperti yang disampaikan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Nizar pada acara Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Profesional angkatan VI.

Acara tersebut diikuti oleh seratus peserta yang terdiri dari pegawai Kementerian Agama, Perguruan Tinggi dan ormas ormas Islam.

Pada kesempatan sebelumnya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat A. Buchori mengatakan, "Tahun 2020 merupakan tahun pembinaan mental jemaah haji, maka dari itu dengan adanya sertifikasi ini diharapkan akan menciptakan pembimbing haji yang handal dan berkompeten," terang Buchori.

Menurutnya, tugas seorang pembimbing haji sangatlah berat. Pembimbing haji bukan saja memberikan materi, tetapi juga harus mamput menyentuh sisi spiritual jemaah haji.

Kakanwil Kemenag Provinsi Jabar A. Buchori berpesan kepada para peserta untuk menjaga amanah dan bertanggung jawab sebagai pembimbing manasik haji yang memberikan pembinaan kepada jemaah haji sesuai dengan ketentuannya.

"Jalankan amanah dan tanggung jawab sebagai pembimbing ibadah haji dalam memberikan pembinaan kepada jemaah haji," tutup Buchori. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo