Selasa, 17 September 2019
18 Muḥarram 1441 H
Home / Ekbis / Sertifikasi Halal tidak Gratis, Ini Penjelasan Ketua BPJPH
Foto/dok.romy
"UMKM itu sebetulnya tidak diberatkan kok ... " untuk itu Sukos membuat analogi seperti toilet umum.

Sharianews.com, Jakarta ~Ketua BPJPH, Prof Sukoso membuat analogi mengapa sertifikasi halal harus berbayar untuk UMKM.

"UMKM itu sebetulnya tidak diberatkan kok, mari kita berhitung, ke toilet itu bayar 2000, kalau misal gratis itu siap nggak mengambil risiko sakit perut atau ngompol, kan, ndak mungkin toh?," ujar Prof Sukoso dalam talkshow Halal Indonesia Expo di JCC, Jakarta, Jumat (28/6).

Ia melanjutkan analoginya, misalnya ada orang yang masuk toilet lalu senang dengan kebersihannya, tentu toilet tersebut ada yang menjaganya.

"Masuk toilet bersih kan, ada yang jogo, apa ada sukarelawan yang mau bersihin toilet, ndak ada, maka dari itu harus digaji," sambung Sukoso.

"Kemudian kalau pergi ke mall, sepeda motornya ditinggal nggak usah bayar parkir kira-kira ilang ndak, di Indonesia sandal jepit aja ilang," sambungnya lagi.

Dituturkan Sukoso, banyak UMKM yang menanyakan, mengapa sekolah bisa gratis, tetapi sertifikasi harus pakai biaya.

"Saya juga sekolah gratis, dapat beasiswa dari Jepang, tapi yang memberi beasiswa kan ditanya, eh, mana pertanggungjawaban kamu. Artinya apa, ada sistem yang kita lakukan," imbuh Sukoso.

Selain itu, nantinya halal center yang dikelola perguruan tinggi bisa memberikan pendampingan dalam proses sertifikasi halal, dan penyelia halal.

"Seminggu 7 hari kita kerja 5 hari, 1 minggu 10 ribu, sebulan 30 ribu, setahun berapa, masa sertifikasi halal itu 4 tahun lamanya, kami sedamg mengajukan ke Kemenkeu untuk harganya, kami mengajukan secara nasional yang memutuskan Kemenkeu," tutup Sukoso. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo