Selasa, 21 September 2021
14 Ṣafar 1443 H
Home / Global / Sertifikasi Halal Pada Produk Indonesia Jadi Daya Saing Pasar di Nigeria
Foto dok. pexels
Peluang ekspor produk makanan dan minuman (mamin) olahan Indonesia ke Nigeria besar. Terlebih sertifikasi halal pada produk Indonesia juga menjadi kelebihan Indonesia.

Sharianews.com, Jakarta - Peluang ekspor produk makanan dan minuman (mamin) olahan Indonesia ke Nigeria besar. Terlebih sertifikasi halal pada produk Indonesia juga menjadi kelebihan Indonesia.

Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Lagos Hendro Jonathan mengatakan kebutuhan masyarakat Nigeria terhadap mamin olahan terus meningkat. Untuk itu, promosi perlu dilakukan secara terus-menerus, agar pelaku usaha Indonesia dapat memanfaatkan peluang yang menjanjikan di Nigeria.

Hendro mengungkapkan sertifikasi halal pada produk Indonesia juga menjadi daya saing di pasar Nigeria.

“Untuk pembeli dari Nigeria bagian utara, sertifikasi halal pada produk Indonesia sangat menarik perhatian buyers. Ini karena mayoritas penduduk di Nigeria bagian utara adalah masyarakat muslim,” tandas Hendro, beberapa waktu lalu.

Berdasarkan data Trademap, total nilai impor produk makanan olahan (miscellaneous edible preparations) Nigeria dari dunia tahun 2020 mencapai 525 juta dolar AS. Sedangkan produk minuman, minuman beralkohol, dan cuka/beverages, spirits, and vinegar) Nigeria dari dunia tahun 2020 mencapai 305 juta dolar AS.

Negara penyuplai utama untuk produk mamin di Nigeria yaitu Tiongkok, Amerika Serikat, India, Jerman, dan Italia, diikuti Indonesia dengan nilai ekspor 69 juta dolar AS. Di regional ASEAN, Indonesia berada di peringkat pertama untuk penyuplai mamin terbesar ke Nigeria setelah Malaysia (7 juta dolar AS) dan Thailand (6,3 juta dolar AS).

”Pembeli Nigeria menginginkan produk mamin dari negara-negara di Asia, karena memiliki harga yang lebih terjangkau dengan kualitas yang baik. Khususnya jika dibandingkan dengan produk Eropa dan Amerika yang memiliki harga relatif lebih tinggi,” jelas Hendro, beberapa waktu lalu.

Rep. Aldiansyah Nurrahman