Senin, 17 Juni 2019
14 Shawwal 1440 H
Home / Ekbis / Sertifikasi Halal Harus Ditingkatkan untuk Dongkrak Industri Wisata Halal
FOTO I Dok. Ahmad Arif sharianews.com
Ketua tim Percepatan Wisata Halal Kementrian Pariwisata, Riyanto Sofyan menjelaskan, dengan peringkat ini, Indonesia harus semakin berbenah. Termasuk dalam dalam penyelenggaraan sertifikasi halal yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah.

Sharianews.com, JakartaIndonesia ditetapkan menjadi destinasi wisata halal dunia pertama oleh Global Muslim Travel Index (GMTI). Indonesia dinilai sebagai negara paling progresif dalam mengembangkan pariwisata halal oleh Mastercard CrescentRating hari ini, Selasa (9/4).

Ketua tim Percepatan Wisata Halal Kementrian Pariwisata, Riyanto Sofyan menjelaskan, dengan peringkat ini, Indonesia harus semakin berbenah. Termasuk dalam dalam penyelenggaraan sertifikasi halal yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah.

"Ya, betul, sertifikasi halal harus kita tingkatkan, dan juga yang terpenting ialah bimbingan teknis serta edukasi bagi pelaku industri maupun SDM, sehingga mereka mengerti, apa sih yang harus dilakukan untuk melayani para wisatawan Muslim," ujar Sofyan kepada wartawan di Jakarta.

Merujuk dari data Majelis Ulama Indonesia (MUI), menurut Riyanto, jumlah total hotel dan restoran, termasuk restoran yang ada di dalam hotel, baru berjumlah 600-an.

"Namun, bila demand-nya sudah banyak pasti para pengusaha juga menuju ke sana, kan, contohnya nih kalau dulu kita lihat banyak di mall itu musalanya kecil dan jelek, tapi memang sekarang dibutuhkan oleh pasar, malah eksekutif dan mewah, kan," ujarnya menambahkan.

Termasuk seperti restoran Marugami Udon dan Sushitei. Dua restoran tersebut sedang dalam proses sertifikasi halal.

"Saya pikir ini masalah supply dan demand saja, karena demandnya sudah ada ke arah lifestyle halal maka otomatis para pengusaha pun memenuhi untuk hal tersebut," pungkasnya.

Sebagai catatan, meskipun Indonesia sudah masuk peringkat teratas untuk negara Islam Dunia, tetapi menurut GMTI, Indonesia belum berhasil masuk peringkat TOP10 untuk negara-negara non OKI, saat ini yang menjadi peringkat pertama masih dipegang oleh Singapura. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo