Sabtu, 11 Juli 2020
21 Thu al-Qa‘dah 1441 H
Home / Ekbis / Sertifikasi Halal Diakui Dunia, Wapres : Tantangan ke Depan Industri Halal
Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan tantangan ke depan ialah bagaimana Indonesia tidak hanya berperan dalam mengeluarkan sertifikasi halal tetapi juga membangun industri halal. Mengingat potensi yang dimiliki, Indonesia berpeluang besar menjadi produsen halal terbesar di dunia.

Sharianews.com, Jakarta - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan tantangan ke depan ialah bagaimana Indonesia tidak hanya berperan dalam mengeluarkan sertifikasi halal tetapi juga membangun industri halal. Mengingat potensi yang dimiliki, Indonesia berpeluang besar menjadi produsen halal terbesar di dunia.

“Mendorong cita-cita kita, yaitu produk halal Indonesia dapat digunakan di seluruh dunia, tidak hanya konsumsi dalam negeri tapi juga konsumsi luar negeri. Walhasil Indonesia bisa menjadi negara yang menentukan kehalalannya, baik dari aspek sertifikasi dan aspek produksi,” ungkap dia, di kediaman dinas Wapres, Jalan Diponegoro Nomor 2, Jakarta Pusat, Senin (1/6).

Pada acara Halalbihalal dengan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) melalui teleconference tersebut, ia menyampaikan LPPOM MUI sudah menyebarkan cara kerja dan melakukan serangkaian upaya sertifikasi halal menjadi sistem global.

“Oleh karena itu saya kira ini menjadi sunnah hasanah, sebab kata Rasulullah man sanna sunnatan hasanatan fallahu ajruha wa ajru man ‘amila biha ilaa yaumil qiyamah, siapa yang membuat sunnah hasanah, suatu upaya perlakuan yang baik maka dia akan memperoleh pahalanya dari apa kemudian yang dilakukan oleh orang tersebut sampai hari kiamat,” tuturnya.

Sebagai negara yang berpenduduk mayoritas muslim, kehadiran negara untuk melindungi umat Islam dari muamalah yang tidak syariah adalah kewajiban.

Untuk itu, peran LPPOM MUI dalam mengeluarkan sertifikasi halal sangatlah penting untuk menciptakan kemaslahatan umat.

 “Jadi, himayatul ummah ‘anil mu’amalah ghairi syar’iyyah yaitu menjaga umat supaya jangan sampai bermuamalah dengan sesuatu yang tidak syariah, salah satunya dengan sertifikasi halal, juga dengan ekonomi syariah, dan juga hal-hal lain yang memang kita ingin mengawal umat ini supaya berada di dalam atau sesuai dengan syariah,” ujar Ma’ruf.

Acara halalbihalal secara virtual ini juga dihadiri oleh Wakil Menteri Agama yang juga Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi, Direktur LPPOM MUI Lukmanul Hakim, dan Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas.

Lebih jauh Wapres mengatakan bahwa sertifikasi halal yang dikeluarkan LPPOM MUI ini selain diakui di Indonesia juga diakui dunia.

“Kitalah yang memulai menggabungkan komisi fatwa yakni fatwa ulama, dengan komisi audit yakni penelitian yang dilakukan LPPOM. Cara sistem kerja kita telah diakui dan diterapkan secara global. Hal ini membuat MUI menjadi acuan dan standar sertifikasi halal bagi hampir 50 lembaga sertifikasi di dunia,” papar Wapres.

Dalam kesempatan itu, Wapres menyampaikan ucapan ‘Selamat Hari Raya Idulfitri 1441 Hijriah’ kepada peserta halalbihalal. Selain itu ia juga mengapresiasi LPPOM MUI karena telah bersama-sama melaksanakan tanggung jawab dan tugas sertifikasi halal bagi kemaslahatan umat.

Ma’ruf berpesan untuk meningkatkan tali persaudaraan dan lebih bersemangat memberikan kontribusi positif bagi kemaslahatan umat.

“Mudah-mudahan saja pertemuan hari ini akan lebih mempererat persaudaraan kita, ukhuwah kita, dan lebih memberikan semangat baru kita di dalam melaksanakan tugas-tugas keumatan. Dalam rangka keumatan dan dalam rangka tathbiqus syariah yaitu penerapan syariah di dalam kehidupan masyarakat dan bangsa ini,” pungkasnya.

Rep. Aldiansyah Nurrahman