Kamis, 6 Agustus 2020
17 Thu al-Hijjah 1441 H
Home / Lifestyle / Sering Dipakai Sehari-hari, Produk Ini Bisa Jadi Menangandung Babi
FOTO I Dok. dreamtimes.com
Beberapa produk yang mengandung babi, ternyata tidak hanya terdapat pada makanan.

Sharianews.com, Tahukah Anda bahwa produk megandung babi tidak hanya terdapat pada makanan? Bisa juga pada sabun, pasta gigi, beton bangunan, porselen, dsb. Jika kita tidak waspada dan cermat dalam memilihnya produk, bisa jadi produk-produk tersebut mengandung bahan-bahan yang berasal dari babi.

Tahun 2010 lalu, seorang ilmuwan muda asal Belanda, Christien Meindertsma mempresentasikan hasil penelitiannya terkait produk mengandung babi dalam sebuah acara di Oxford University, Inggris. Berikut ini beberapa daftar produk yang sering kita gunakan dalam keseharian yang ternyata bisa mengandung babi:

Sabun

Setiap hari kita secara rutin mengawali aktvitas dengan mandi. Tentu saja saat mandi kita menggunakan sabun supaya badan bersih, segar, dan bebas dari kotoran serta keringat yang menempel di kulit. Ya, produk rumah tangga yang satu ini sangat memungkinkan terbuat dari bahan yang berasal dari asam lemak babi.

Kandungan sabun bisa dibuat dari rebusan lemak babi yang digunakan sebagai pengeras sabun batang. Kandungan lemak ini memberikan efek warna seperti kilauan mutiara.

Kandungan lemak babi ini juga bisa digunakan untuk produk-produk sanitari lainnya seperti shampo, pasta gigi, kondisioner, pelembab badan (body lotion), krim anti kerutan wajah, dan beragam produk sanitari serta kecantikan lainnya.

Roti

Mengawali pagi dengan mengonsumsi sarapan berupa roti merupakan aktivitas yang lumrah dilakukan. Khususnya mereka yang tinggal di daerah perkotaan. Sebaiknya kita harus waspada sebelum mengonsumsi roti. Cek bahan kandungan yang tertera pada label roti, terutama saat pergi berwisata ke luar negeri yang mayoritas penduduknya nonmuslim. Kandungan babi yang berasal dari bulu atau protein bulu babi sering digunakan untuk bahan pengembang adonan bahan roti.

Bahan roti yang mengandung mentega rendah lemak maupun produk rendah lemak lainnya sangat memungkinkan berasal dari protein babi. Jika bahan roti yang berasal dari protein dikurangi, ini akan memengaruhi cita rasa dan tekstur roti akan menghilang. Sebagai gantinya produsen akan menggunakan gelatin yang berasal dari babi untuk menjag tekstur dan kualitas roti yang diproduksi.

Beberapa makanan penutup atau dessert seperti puding vanial, tiramisu, cheese cake, mousse coklat yang berada dalam ruang pendingin di supermarket sangat memungkinkan mengandung gelatin yang berasal dari babi. Gelatin ini berfungsi membuat tampilan dessert menjadi lebih cantik dan menarik. 

Ubin, beton ringan tetapi kuat, dan barang-barang porselen

Struktur bangunan yang kokoh, ringan, tetapi kuat, sangat memungkinkan berasal dari kandungan protein tulang babi. Tidak hanya ubin dan beton saja, bahkan barang-barang porselen klasik seperti cangkir dan piring yang berasal dari China sangat memungkinkan terbuat dari tulang babi. Tulang babi membuat tampilan barang-barang porselen menjadi halus, menarik, tembus pandang, dan halus.

Cat

Sebagai salah satu bahan bangunan yang seringkali digunakan untuk memperindah tampilan rumah adalah cat. Kandungan lemak babi yang digunakan untuk campuran cat tembok/dinding akan membuat tekstur dan hasilnya tampak berkilauan.

Untuk mempercantik elemen interior rumah, produsen menggunakan “lem tulang” untuk merekatkan butiran pasir dan kertas untuk produk sandpapper. Produk bangunan lain yang seringkali menggunakan bahan dari babi adalah kuas cat. Bulu babi sangat cocok dan kuat untuk membuat kuas cat. Bahkan beberapa di antaranya digunakan untuk kuas bedak/kosmetik.

Sosis

Memang, pada umumnya sosis terbuat dari daging sapi. Bahan baku sosis rata-rata diperoleh dari sisa potongan daging sapi yang digunakan untuk membuat steak. Sisa potongan daging sapi yang kecil-kecil akan dimanfaatkan ulang sebagai bahan baku steak dan sosis.

Untuk mencampurkan dan merekatkan potongan daging sapi ini, diperlukan fibrin yang berasal dari darah babi agar daging steak dan sosis menjadi besar dan bisa dipotong-potong. Hal serupa juga dilakukan untuk membuat produk ikan tuna dan kerang. (*)

Achi Hartoyo