Rabu, 28 Juli 2021
19 Thu al-Hijjah 1442 H
Home / For Beginners / Sepanjang Tidak Langgar Syariat, Peruntukkan Wakaf Dapat Diperluas
Foto dok. Pexels
Wakaf tidak kaku

Sharianews.com, Jakarta - Wakaf bisa terus dikembangkan, tidak terpaku untuk satu peruntukan saja. Peruntukkan wakaf dapat diperluas sesuai kebutuhan umat, sepanjang tidak melanggar syariat dan ketentuan yang telah diatur dalam Undang-undang.

Sebagai contoh, awalnya ada tanah wakaf diperuntukkan hanya sebagai masjid saja, tapi karena lahannya luas, bisa saja didirikan sekolah di atas tanah wakaf tersebut.

Sekretaris Ditjen Bimas Islam M. Fuad Nasar menegaskan perubahan seperti itu legal, sepanjang tidak keluar dari kaidah syariat.

Perubahan maupun perluasan peruntukkan aset wakaf atau perubahan pengelola wakaf (nazir) bukanlah sesuatu yang dilarang. Hal inilah yang perlu dipahami oleh umat Islam terkait wakaf agar tidak terjadi kekeliruan.

"Bisa juga dari nazir perorangan, lalu dikonversi menjadi nazir badan hukum, organisasi, atau yayasan. Sepanjang untuk kepentingan umat, bukan untuk kepentingan nazir atau wakif," terangnya,

Lebih lanjut, ia juga mendorong, agar peningkatan literasi tentang wakaf ini tidak berfokus kepada umat Islam secara umum, namun juga kepada para nazir yang harus memiliki pemahaman mumpuni dalam hal pemeliharaan dan pengembangan aset wakaf.

Hal ini telah di atur dalam regulasi wakaf, yakni UU nomor 41/2004 dan PP nomor 25 tahun 2018. "Jadi tidak bisa kita melihat wakaf itu dari satu sisi saja. Kita punya aset wakaf cukup banyak yang sesungguhnya bisa didaya gunakan untuk kepentingan dan kebutuhan umat," tandas Nasar.

Rep. Aldiansyah Nurrahman