Rabu, 20 November 2019
23 Rabi‘ al-awwal 1441 H
Home / Ziswaf / Semangat Hijau Dompet Dhuafa untuk Negeri
Foto/dok.dompetdhuafa
Dompet Dhuafa sebagai lembaga yang concern dengan perubahan iklim, turut berpartisipasi bersama beberapa organisasi masyarakat dan gerakan pemerhati lingkungan dalam acara Semangat Hijau Untuk Negeri 2019.

Sharianews.com, Jakarta ~ Perubahan iklim kini menjadi perhatian utama dan keseriusan dunia internasional.

Dompet Dhuafa sebagai lembaga yang concern dengan perubahan iklim, turut berpartisipasi bersama beberapa organisasi masyarakat dan gerakan pemerhati lingkungan dalam acara Semangat Hijau Untuk Negeri 2019.

Hal tersebut merupakan gerakan simultan untuk mewujudkan Pulauku Nol Sampah yang telah menjadi Gerakan Bersama di Kepulauan Seribu. Rabu(14/8).

Manajer Lingkungan dan Keuangan Mikro Syariah Dompet Dhuafa, Syamsul Adriansyah menyebut, masyarakat bukan hanya ditempatkan sebagai pihak yang berhak mendapatkan kualitas udara yang baik dan sehat, tetapi juga merupakan pihak yang ikut bertanggung jawab dalam memastikan kualitas udara agar tetap baik dan tidak menimbulkan risiko bagi kesehatan.

"Keberadaan pohon mangrove dinilai bukan hanya sebagai ekosistem alam. Namun, juga sebagai unsur penggerak ekonomi pesisir. Dengan adanya mangrove, maka ekosistem pesisir laut akan semakin ramai. Nelayan tidak perlu berlayar lebih jauh untuk mencari ikan. Hutan mangrove juga menyimpan potensi wisata," ucapnya seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Sharianews, Kamis (15/8).

Sebagai salah satu destinasi wisata, tata kelola hutan mangrove haruslah menarik. Oleh karenanya, komposter yang ada, penting untuk di-up grade sehingga bisa mencapai target pengurangan sampah sebanyak 20 persen. Selain bisa menjadi media edukasi bagi warga, keberadaan hutan mangrove dapat menjadi daya tarik bagi pengunjung.

Bentuk up grade komposternya adalah dengan membuat lomba lukis komposter sesuai dengan tema-tema yang mendukung Gerakan Sadar Wisata. Komposter Komunal Berbasis Dasa Wisma untuk pertama kalinya akan diterapkan di lokasi model di Pulau Pramuka dan Pulau Panggang.

Perubahan iklim yang terjadi saat ini, telah menimbulkan komitmen dari berbagai negara untuk bersam menuju tujuan pembangunan nasional atau yang lebih dikenal dengan The Sustainable Development Goals (SDGs). Isu climate change menjadi salah satu fokus capaian utama tahun 2030.

Melalui Semangat Hijau untuk Negeri, dapat memberikan edukasi konservasi yang dikemas secara menyenangkan dalam bentuk Lomba Melukis Komposter Komunal Berbasis Dasa Wisma Bersih, Hijau, Sehat. Di samping itu pengelolaan hutan mangrove berkelanjutan cocok untuk penyerapan dan penyimpanan karbon. Selain itu juga melindungi daerah pesisir dari abrasi dan menyerap emisi yang terlepas dari lautan dan udara.

Penanaman pohon mangrove juga merupakan bagian dari komitmen Dompet Dhuafa terhadap lingkungan dan masyarakat pesisir. Jenis pohon yang ditanam adalah jenis Mangrove Rhizopora.

Tanaman tersebut merupakan tanaman khas pesisir yang kini keberadaannya semakin berkurang akibat aktivitas perubahan iklim. (*)

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo