Sabtu, 21 September 2019
22 Muḥarram 1441 H
Home / Ziswaf / Sekretaris BWI Pusat Terima Kunjungan PWI Kalimantan
Foto/dok.BWI
Sekretaris BWI menjelaskan tentang fungsi dan peran BWI dalam pengembangan perwakafan nasional.

Sharianews.com, Jakarta ~ Sekretaris Pelaksana Badan Wakaf Indonesia (BWI) Sarmidi Husna, menerima kunjungan Pimpinan BWI Kabupaten Balangan, Kalsel serta perwakilan Kantor Urusan Agama (KUA) se-Balangan.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris BWI selain menjelaskan tentang fungsi dan peran BWI dalam pengembangan perwakafan nasional secara umum, juga melayani pertanyaan-pertanyaan, baik dari pimpinan BWI Balangan, juga sejumlah Anggota KUA.

Seperti diketahui, KUA juga mempunyai tupoksi sebagai Pembuat Akte Ikrar Wakaf (PAIW) untuk Melayani proses perwakafan.

"Tugas PAIW dari KUA itu sangat penting. Karena dari Akte Ikrar Wakaf Itulah bergantung sahnya wakaf sekaligus dasar pembuatan sertifikat tanah wakaf," tegas Sarmidi dalam keterangan tertulis yang diterima Sharianews, Rabu (31/7).

Bagaimana Peran BWI Secara Struktural?

Sebenarnya, BWI juga berdiri di 34 tingkat provinsi serta sekitar 500-an di tingkat kabupaten/kota. Cuma sayang, untuk menjadikan mereka sebagai penggerak wakaf produktif, masih perlu pembinaan yang intensif.

Menyadari hal tersebut, BWI pusat berencana melakukan pelatihan jurnalistik sekaligus Pendidikan Kader Penggerak Wakaf untuk kader-kader BWI tingkat provinsi. Hal itu dilakukan, menurut Ketua Divisi Husoli, Dr Attabik Lutfie agar mereka punya kemampuan untuk menulis sekaligus menjadi penggerak wakaf di daerah masing-masing.

"Selanjutnya, kita harapkan mereka melakukan kegiatan senada untuk membina kader-kader BWI tingkat kabupaten kota. Ini memang berat. Tetapi, itu harus dilakukan demi kemajuan perwakafan nasional,’’ tegas Attabik saat memimpin rapat Divisi Husoli, beberapa waktu lalu.

Sebenarnya, ada salah satu media yang perlu dimanfaatkan secara maksimal untuk sosialisasi gerakan wakaf produktif, yakni para khatib salat Jumat.

Ketua BWI, HM Nuh dalam wawancara dengan wartawan usai pembukaan Forum Kajian Wakaf bertema “Potensi Wakaf Saham dan Tantangannya di Indonesia” mengatakan, “Coba kita perhatikan, para khatib salat Jumat, sampai saat ini jarang kita dengar menyampaikan materi tentang arti penting wakaf sebagai amal jariah bagi kita umat Islam. Ini tantangan kita untuk mengajak para khatib salat Jumat menyampaikan materi tentang wakaf. Kita perlu kerja sama dengan mereka atau dengan pihak masjid atau dengan Pengurus DMI (Dewan Masjid Indonesia) atau Lembaga Takmir Masjid PBNU (Pengurus Besar Nahlatul Ulama) atau PP Muhammadiyah atau ormas lainnya. Usaha memajukan perwakafan nasional ini tugas kita semua,” tutup putra kiai kampung di Surabaya ini. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo