Minggu, 24 Januari 2021
11 Jumada al-akhirah 1442 H
Home / Global / Sekretariat Halal Kamboja Berikan Sertifikatasi Halal untuk Sembilan Perusahaan
FOTO | Dok. nham24.com
Sertifikasi halal diharapkan dapat memperluas penetrasi pasar di Kamboja, khususnya konsumen muslim dan orang asing yang tinggal di negara tersebut.

Sharianews.com, Jakarta. Departemen Commerce Kamboja (MOC), telah memberikan sertifikasi halal untuk sembilan bisnis yang menerapkan standar halal berdasarkan hukum Islam. Sebelumnya sudah ada sekitar 23 perusahaan yang mendaftarkan untuk mendapatkan sertifikat halal dari Kamboja Halal Komite di Departemen Commerce (MOC).

Namun, sebagaimana dirilis dari siaran pers Sekretariat Halal Kamboja, Jumat (19/10/2018), Menteri Kehutanan Kamboja baru mengeluarkan sembilan saja sejauh ini. Sisanya masih terus diproses untuk bisa mendapatkan sertifikasi halal sebagaimana telah diajukan.

Adapun, sembilan sektor bisnis yang sudah mendapatkan sertifikasi halal ialah Park Cafe Restaurant (Phnom Penh International Airport Cabang), MK Halal Food Canteen, MLH Sacha Inchi Oil, Rasa Asia Restoran (Cabang Bandara Internasional Phnom Penh), Ly Ly Food Industry, Leang Leng Enterprose, Thaung Enterprise, dan Produk Beras Bokor.

Tuy Sokneng, Manajer Keamanan Pangan dan Jaminan Kualitas, Leang Leng Company mengatakan, produk Leang Leng Osyster yang telah mendapatkan sertifikasi halal terdiri dari saus, kecap, cuka, saus sambal, saus hoisin, dan saus cabai manis.

Melalui sertifikasi halal, pihaknya berharap dapat memperluas penetrasi pasar di Kamboja, khususnya konsumen muslim dan orang asing yang tinggal di negara tersebut.

"Saat ini kami menargetkan pelanggan baik, muslim dan non-muslim, dan kami akan mempertimbangkan dapat mengekspor produk kami ke negara-negara Islam di masa depan,"ujar Mr. Sokneng.

Sementara, Heng Sengly, General Manager Park Cafe mengatakan, dengan standar halal di cabang Park Café yang ada di bandara, diharapkan bisa semakin membangun kepercayaan di antara pelanggan muslim dan non-Muslim.

Pihaknya, memilih membuka cabang di Bandara Internasional Phnom Penh tidak lain untuk melayani permintaan terhadap makanan halal bagi semua penumpang domestik dan internasional, karena tingginya permintaan untuk makanan halal di lokasi tersebut.

Lebih lanjut, ia berharap penjualan akan meningkat karena saat ini layanan café miliknya bisa menargetkan semua segmen pasar.

"Banyak muslim yang masuk dan keluar dari Bandara Internasional Phnom Penh dan mereka mengalami kesulitan mencari makanan halal. Sertifikasi halal adalah kesempatan bagi kita untuk melayani mereka. Ini satu-satunya restoran yang akan melayani makanan Halal untuk semua orang,"katanya.

Ditambahkan oleh Sengly, ada lebih dari 40 penerbangan di Bandara Internasional Phnom Penh, dan di antara mereka, banyak terdapat penupang yang berasal dari negara-negara Islam seperti Qatar, Emirat Arab, Indonesia, Malaysia dan sejumlah besar orang-orang Muslim dari Singapura.

Di tempat lain, SIM Mohddaud, anggota Dewan Tertinggi Agama Islam Negeri Kamboja mengatakan, label halal diharapkan dapat memikat wisatawan muslim ke negara tersebut, sambil meningkatkan potensi ekspor produk halal.

"Kami percaya logo halal ini kerana ia telah ditetapkan oleh Dewan Tertinggi untuk Urusan Agama Islam dan Departemen Perdagangan. Itu akan semakin membangun kepercayaan terhadap produk kami, baik dari pelanggan muslim maupun non-muslim. Di lain pihak, saat ini kita telah memiliki banyak restoran yang sudah bersertifikat halal. Baik yang dikelola oleh muslim maupun non-Muslim, dan keduanya sama-sama dapat dipercaya,”tutup Mr Mohddaud.

 

Reporter: Romy Syawaludin Editor: Ahmad Kholil