Sabtu, 7 Desember 2019
10 Rabi‘ at-akhir 1441 H
Home / Ekbis / Sekolah Vokasi HIK Institute Resmi Dibuka
Pembukaan dihadiri oleh ketua pembina yayasan, ketua dewan pengawas Yahmi, dan dihadiri oleh direksi HIK Bekasi dan seluruh pengurus Yahmi, anggota tim HIK Institute.

Sharianews.com, Jakarta ~ Bertempat di BPRS HIK Bekasi Jl. Cempaka Putih Barat Jakarta Pusat, sekolah Vokasi HIK Institute tahun akademik 2019/2020 resmi dibuka Senin (7/10).

Pembukaan dihadiri oleh ketua pembina yayasan, ketua dewan pengawas Yahmi, dan dihadiri oleh direksi HIK Bekasi dan seluruh pengurus Yahmi, anggota tim HIK Institute.

"Pertama-tama kita bersyukur kepada Allah Swt acara pembukaan yang dirintis sejak 2 tahun lalu dengan nama HIK Institute akhirnya resmi dibuka," ujar Baridjussalam Hadi, Ketua Umum Yahmi.

Ia menambahkan maksud dan tujuannya berdirinya sekolah vokasi dari HIK Institute adalah untuk mewujudkan tenaga kerja yang siap bekerja sesuai dengan bidangnya. Terutama sebgai tenaga pemasar BPR Syariah di HIK group.

"Jadi diutamakan untuk kepentingan internal. Tapi ke depan HIK ini dimaksudkan dapat mendidik calon-calon tenaga yang profesional, siap bekerja khususnya di bidang jasa keuangan syariah," sambung Hadi.

Sekolah Vokasi HIK Institute mengembangkan dua program yakni classical dan in job training. Dalam program tersebut siswa diharapkan mampu memahami ilmu-ilmu keuangan syariah dan praktiknya di lapangan.

Menurut Hadi, sebelum membuka sekolah vokasi, tahun 1994 Yahmi pernah melatih peserta dari kalangan pengusaha dan UMKM guna bekerja di bidang institusi keuangan syariah.

"Malah kita mendapatkan sponsor dari Bank Exim, dan hasilnya mereka sudah dapat mendirikan Baitul Mal Wattamwil (BMT) di Muntilan sekarang sudah menghimpun aset sebesar 150 Milyar," ujarnya.

Di tempat yang sama, sekjen Yahmi, Zahrul HP menambahkan, sekolah vokasi ini bertujuan untuk membumikan ekosistem syariah ke depannya.

"Bukan hanya perbankan saja tapi juga dari halal lifestyle, ziswaf, islamic financial," ujar Zahrul ketika berbincang dengam Sharianews.

Menurut Zahrul yang juga komisaris utama di HIK Ciledug, ada tantangan dalam menggelorakan ekonomi syariah, namun dirinya merasa melihat peluang.

"Ada tantangan intern maupun ekstern. Ekstern artinya kalau dari segi porsi kapitalisasi market baru 6-7 persen secara nasional tapi saya melihatnya terbalik, lho, ternyata peluangnya yaitu masih sekitar 93 persen kan gitu," ucap Zahrul.

Sekolah vokasi HIK Institute angkatan pertama memiliki menerima 15 siswa beserta calon peserta dari HIK Group yang totalnya mencapai 20 orang. (*)

Dan mereka setelah mengikuti pembukaan akan langsung belajar mulai senin hingga sabtu setiap harinya.

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo