Rabu, 3 Maret 2021
20 Rajab 1442 H
Home / Ziswaf / Sejak Dahulu, Masjid Masih Jadi Preferensi Paling Banyak Pembayaran ZIS
Foto dok. Pexels
Masjid menjadi suatu bagian perjalanan praktik perilaku beragama umat muslim dari masa lalu

Sharianews.com, Jakarta - Masjid menjadi suatu bagian perjalanan praktik perilaku beragama umat muslim dari masa lalu, dimana dalam praktik masa lalu itu bisa sebagian besar masyarakat Indonesia membayar zakat, infak dan sedekah (ZIS) melalui masjid.

Kebiasaan itu, menurut Direktur Keuangan Sosial Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Ahmad Juwaini membuat masjid hingga sekarang menjadi preferensi paling banyak untuk pembayaran ZIS masyarakat di Indonesia. Salah satu kebiasaan aktivitas ZIS adalah ketika zakat fitrah membayarnya ke masjid.

“Di akhir Ramadan berbondong membayar zakat fitrah ke masjid dan itu semacam warisan turun temurun bahkan ketika ada lembaga ZISyang dapat izin resmi dari pemerintah pada dasarnya belum bisa mengalahkan mayoritas perilaku ini. Makanya masjid masih menjadi preferensi paling banyak untuk pembayaran ZIS masyarakat di Indonesia,” tutur dia.

Bisa dikatakan, faktor utama masjid menjadi tempat membayar ZIS, disebut Juwaini, karena kedekatan hubungan masjid dengan jemaah memang paling dekat. Sehari-hari orang Islam melakukan salat ke masjid, terutama saat Ramadan, mereka tarawih, melaksanakan salat lima waktu, ketika ada kegiatan tambahan membayar ZIS sebagai penyempurna di Ramadan. Hal itu menjadi bagian yang akhirnya sudah menjadi kebiasaan.

“Orang Islam melihat masjid tempat ibadah dan membayar ZIS itu ibadah. Menurut saya alasan utama karena kedekatan ritual umat Islam yang terus menerus antara jemaah dengan masjidnya itu yang membuat preferensi orang Islam membayar Zakat ke masjid,” kata Juwaini.

Berdasarkan riset KNEKS, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Kementerian Agama, Bank Indonesia, dan Istitut Pertanian Bogor ditemukan bahwa besarnya ZIS yang dibeberkan masyarakat melalui lembaga nonresmi salah satunya masjid mencapai Rp61,25 triliun.

Hasil riset itu menunjukan pembayaran zakat masyarakat yang dilakukan tidak melalui lembaga zakat formal, nomor satunya adalah masjid, kedua lembaga-lembaga lain seperti panti asuhan,

“Kembali ke masjid sendiri ternyata jumlahnya sangat besar boleh dikatakan bahwa jumlah yang di masjid itu mencapai puluhan triliun rupiah. Satu dari masjid, dua lembaga sosial panti asuhan, ketiga orang-orang yang membayar zakat langsung,” ungkap Juwaini.

Rep. Aldiansyah Nurrahman