Selasa, 17 September 2019
18 Muḥarram 1441 H
Home / Ziswaf / Sebar Energi Optimisme, ACT Inisiasi Gerakan Nasional Indonesia Dermawan
FOTO I Dok. sharianews
Kedermawanan merupakan aset besar dalam kebesaran sebuah bangsa.

Sharianews.com, Jakarta ~ Saat ini, kedermawanan telah menjadi sebuah kegiatan yang lumrah. Terbukti dari hasil suvei World Giving Index 2018 yang menyebutkan bahwa Indonesia meraih nilai tertinggi sebagai negara paling dermawan. 

Kedermawanan merupakan aset besar dalam kebesaran sebuah bangsa. Namun, masih diperlukan sebuah wadah untuk menghimpun kesadaran filantropi dari masyarakat dermawan agar kepedulian muncul tanpa menunggu momentum tertentu. 

Aksi Cepat Tanggap (ACT) menginisiasi Gerakan Nasional #IndonesiaDermawan. Gerakan ini mengharapkan kegiatan kedermawanan menjadi rutinitas yang tidak dapat ditinggalkan. 

Dalam rangkaian acara ini, ACT mengajak seluruh segmen dermawan mulai dari media, donatur, komunitas, public figure, korporasi, UMKM, e-commerce, driver, ​influencer, dan segmen lainnya untuk menjadi bagian dari gerakan untuk mengaktifkan kembali nilai-nilai kedermawanan seperti gotong-royong yang merupakan karakter terbaik bangsa. 

Gerakan ini hadir guna menjawab tantangan masyarakat seperti kemiskinan, kelaparan, masalah pendidikan, dan kesehatan yang terjadi di Indonesia dan seluruh dunia.

Ibnu Khajar selaku Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyatakan kedermawanan kian menyatu pada jati diri masyarakat Indonesia. 

"Setidaknya, ini yang kami rasakan selama empat belas tahun perjalanan ACT, kedermawanan menemukan momentumnya ketika terjadi bencana atau ketika hati tergugah untuk membantu saudara yang membutuhkan," ujarnya seperti dalam keterangan resmi, Rabu (11/9).

ACT terus berikhtiar menghimpun kesadaran filantropi dari masyarakat dermawan agar semangat gotong-royong dan kepedulian muncul tanpa menunggu momentum.

Filantropi, sejauh ini, memberikan kontribusi dalam menghadapi isu kemiskinan dan berbagai problem kemanusiaan yang terjadi melalui berbagai program bantuan langsung dan program pemberdayaan dengan memerhatikan potensi yang dimiliki oleh masyarakat. 

Ibnu menambahkan, filantropi menjadi energi optimisme dalam menyelesaikan problem bangsa dengan menggerakan partisipasi aktif berbagai elemen bangsa. 

"Insyaallah, gerakan ini akan menjadi saksi peradaban Indonesia yang semakin maju dan berkembang serta menghidupkan kembali kebersamaan dalam aksi-aksi kebaikan,” tutup Ibnu. (*)

 

Reporter: Romi Editor: Achi Hartoyo

Tags: