Selasa, 23 April 2019
18 Sha‘ban 1440 H
FOTO I Dok. sains.phd
Dikatakan oleh Riza, waktu pengambilannya juga cepat, hanya sekitar satu menit.

Sharianews.com, Jakarta ~ Ketua Umum Sarikat Penyelenggara Umrah dan Haji Indonesia (Sapuhi), Syam Resfiadi menyampaikan dukungan dengan diberlakukannya rekam biometrik sebagai syarat mendapatkan visa umrah. 

"Kami tetap mendukung mereka, karena itu suatu keputusan negara lain, kita tidak bisa mengintervensi keputusan Saudi dengan menolak kebijakan rekam biometrik," ujar Syam kepada awak media di gelaran acara rapat pleno Sapuhi, Jakarta, Kamis (31/1).

Dituturkan oleh Syam yang dulu menjabat sebagai ketum Asosiasi Penyelenggara Haji Umrah dan Inbound Indonesia (Asphurindo), saat ini yang bisa dilakukan ialah mengatur para jemaah yang ingin umrah ataupun berhaji dengan mudah.

"Kita hanya bisa mengatur bagaimana teknis di lapangan agar secara baik para tamu Allah yang akan melakukan umroh maupun Haji menggunakan biometrik di Indonesia dengan mudah," sambung Syam.

Ditemui di tempat yang sama, sekjen Sapuhi, Riza Palupi menambahkan bahwasanya para provider juga akan dijadikan tempat VFS Tasheel ke depannya.

"Saya mendengar dari berita, para provider akan dijadikan sebagai tempat VFS Tasheel juga, mereka diberikan otoritas. Namun menunggu otoritas ijin dari Arab Saudi bahwasanya muasassah ataupun provider bisa melakukan pengambilan data biometrik di setiap masing-masing provider," ucap Riza.

Terkait apakah di bandara Arab Saudi juga dilakukan rekam biometrik juga, lebih lanjut dikatakan Riza, tidak ada yang namanya perekaman kembali, tetapi, hanya memverikasi data yang ada di Indonesia.

"Saya tanggal 15 Januari lalu berangkat ke Mekkah, memang mereka tetap mengambil single print di setiap pemasukan tapi bukan sebagai pengambilan, hanya sebagai verifikasi saja," ucap Riza.

Dikatakan oleh Riza, waktu pengambilannya juga cepat, hanya sekitar satu menit.

"Jadi tidak ada yang dibilang oh sama aja ngambil biometrik ulang disana, itu tidak ada," tutup Riza. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo