Minggu, 7 Juni 2020
16 Shawwal 1441 H
Home / Keuangan / Sambut Ramadan, Singapura akan Gelar Hari Raya Bazaar
FOTO I Dok. rakyatku ramadan
Melansir dari laman Thenewpaper, diperkirakan akan ada 500 hingga 700 kios yang didirikan di sekitar Wisma Geylang Serai. Kios-kios tersebut juga membentang di sekitar Jalan Geylang juga

Sharianews.com, Sambut bulan suci Ramadan, Singapura akan gelar Hari Raya Bazaar. Kegiatan akan berlangsung di Geylang Serai mulai dari 3 Mei hingga 5 Juni.

Melansir dari laman Thenewpaper, diperkirakan akan ada 500 hingga 700 kios yang didirikan di sekitar Wisma Geylang Serai. Kios-kios tersebut juga membentang di sekitar Jalan Geylang

Tempat ini akan memanjakan pengunjung Muslim, yang hendak berbuka puasa bersama dengan menyediakan ruang makan sambil bercengkerama. Lokasi ini dipenuhi dengan kios-kios yang menjual pakaian tradisional melayu, permadani, barang-barang dekoratif dan aneka makanan.

Semua kios makanan harus dimiliki oleh Muslim atau bersertifikat halal oleh Majlis Ugama Islam Singapura (MUIS) atau dikenal juga dengan Islamic Religious Council of Singapore. Penjual makanan juga bisa bekerja sama dengan konsultan guna memenuhi kriteria halal

Dr Maliki, Menteri Senior Negara di Kementerian Pertahanan dan Kementerian Luar Negeri Singapura mengatakan gelaran Hari Raya Bazaar tahun ini akan berbeda dari tahun lalu.

Jika tahun lalu lebih banyak kios yang menjual makanan, kali ini akan lebih banyak menjual barang-barang tradisional budaya melayu. “Pengunjung menginginkan perasaan nostalgia," jelasnya menegaskan.

Selain itu, luas area perayaan kali ini tidak sebesar tahun sebelumnya. Karena fokus tahun ini lebih meningkatkan kualitas kios-kios Hari Raya Bazaar.

Harga sewa untuk kios-kios juga dikurangi tahun 2019 ini. Harapanya, dengan harga sewa yang lebih murah, kios-kios juga bisa menjual dagangannya lebih murah.

"Karena ini jauh lebih kecil daripada sewa tahun lalu, kami sangat berharap bisa diimplementasikan dengan harga yang proporsional dari barang yang dijual," ungkap Maliki.

Sehingga hal tersebut bisa meningkatkan jumlah pengunjung. Tahun lalu pengunjung yang datang sebanyak 1,86 juta orang yang sebagian besar merupakan penduduk setempat. (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo