Jumat, 22 Maret 2019
16 Rajab 1440 H
x
Foto: Dok. Garnesia.com
Industri spa dan salon muslimah punya potensi besar untuk berkembang. Pertumbuhannya 13 persen setiap tahunnya.

 Industri spa dan salon muslimah punya potensi besar untuk berkembang. Pertumbuhannya 13 persen setiap tahunnya.

Sharianews.com. Hampir tiap perempuan ingin tampil cantik. Tapi tak semua punya waktu untuk merawat dan mempersolek dirinya. Termasuk perempuan muslimah. Di antara banyak pilihan tempat, salon dan spa syariah menawarkan sesuatu yang berbeda.

Salon dan spa syariah ini memenuhi kebutuhan perempuan muslimah berhijab yang tak ingin auratnya terlihat oleh banyak orang, khususnya laki-laki. Salon dan spa umum biasanya terbuka bagi siapapun, termasuk laki-laki. Mereka membutuhkan tempat yang “lebih ekslusif” sesuai dengan tuntunan syariah.

Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No.2/MunasVI/MUI tahun 2000 membolehkan berdirinya salon dan spa khusus muslimah, asalkan cara menjalankan usaha itu sesuai syariah.

Di antara syaratnya adalah alat-alat, obat-obat kecantikan, dan kosmetik yang digunakan dalam salon dan spa itu berasal dari bahan-bahan yang halal. Tidak mengandung bahan-bahan yang dilarang syariah.

Selain itu, semua pekerjanya adalah perempuan dan terdapat papan pengumuman bahwa salon dan spa itu hanya khusus wanita.

Jumlahnya Terus Meningkat

Kebutuhan perempuan muslimah akan perawatan tubuh dan kecantikan membuat para pelaku usaha melirik spa dan salon syariah khusus muslimah. Saat ini banyak berkembang salon dan spa khusus muslimah di berbagai negara, termasuk di kawasan Asia Tenggara seperti Malaysia dan beberapa kota di Indonesia.

Menurut penelitian Rostam Yaman, Zarina Alias, dan Norishahaini Mohamed Ishak dari Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia pada 2012, sejumlah spa dan salon, baik yang umum maupun syariah di Malaysia tumbuh lebih dari 200 persen sejak 2002 hingga 2007. Termasuk di dalamnya 151 spa yang masih beroperasi dan 25 spa atau salon sedang dalam pembangunan.

Dari data itu, 54 persen spa dan salon beroperasi pada siang hari dan 40 persen spa yang terdapat dalam hotel, resort dan tempat untuk relaksasi dan meditasi (retreat). Ukuran spa di area dalam ruangan (indoor) di Malaysia rerata 393 meter persegi, dan 50 persen spa di sana memiliki ruangan relaksasi.

Menurut penelitian ini, 26 persen spa atau salon menyatakan ada peningkatan kesadaran pelanggan mengenai spa dan salon.

Walaupun tak sebanyak di Malaysia, tren spa dan salon muslimah juga terus meningkat di Indonesia karena potensi pasarnya sangat besar. Menurut General Manager Divisi Produk Profesional PT Loreal Indonesia, Michel Toth, pada 2012 potensi pertumbuhan salon kecantikan, baik khusus muslimah maupun yang umum, di Indonesia melebihi 100 ribu salon.

Potensi perputaran uangnya, kata Michel Toth, akan terus meningkat setiap tahunnya. Tercatat dari sekitar Rp 13 triliun di tahun 2010 menjadi sekitar Rp 15 triliun pada 2011. Di 2012 terus melesat mencapai Rp 16,6 triliun. Jika dirata-rata setiap tahunnya meningkat sekitar 13 persen.

Salah satu kota dengan jumlah pertumbuhan salon atau spa terbanyak adalah Kota Bogor. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Amin Fatonah dari Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor pada 2014, ada sekitar 105 lebih salon kecantikan di Kota Bogor. Dan 21 di antaranya salon atau spa khusus muslimah. Jumlah diperkirakan akan terus meningkat setiap tahunnya. (*)

 

Reporter: Emha Asror. Editor: A.Rifki.