Minggu, 12 Juli 2020
22 Thu al-Qa‘dah 1441 H
Home / Lifestyle / Salat Jumat Dua Sif Tidak Cocok di Indonesia, Ini Penjelasan MUI
Foto dok. Freepik
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan melaksanakan salat jumat dua sif, dua gelombang atau lebih di satu tempat yang sama, tidak relevan diterapkan di Indonesia karena beberapa sebab.

Sharianews.com, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan melaksanakan salat jumat dua sif, dua gelombang atau lebih di satu tempat yang sama, tidak relevan diterapkan di Indonesia karena beberapa sebab.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zaitun Rasmin memaparkan alasannya. Pertama, pendapat tersebut didasarkan pada dalil syariah yang lemah dan menyelisihi pendapat mayoritas (jumhur) ulama.

Kedua, kalaupun kebolehan tersebut terjadi di negara Eropa, Amerika, maupun Australia, tidak lantas bisa dijadikan dalil untuk juga diterapkan di Indonesia karena situasi dan kondisinya berbeda.

“Di negara-negara tersebut, umat Islam merupakan minoritas dan sangat sulit mendapatkan izin tempat untuk melaksanakan salat jumat, serta tempat yang ada tidak bisa menampung jumlah jemaah, sehingga tidak ada alternatif lain bagi mereka selain mendirikan salat jumat secara bergelombang di tempat yang sama,” ungkap dia, di Kantor Pusat MUI, Kamis (4/6)

Apa yang terjadi di negara-negara luar negeri tersebut, tidak terjadi di Indonesia. Umat Islam di Indonesia mempunyai kebebasan mendirikan salat jumat di tempat manapun yang memungkinkan didirikannya salat jumat.

Selain alasan syar’i, pelaksanaan salat jumat dua gelombang atau lebih di satu tempat juga berpotensi besar menimbulkan masalah prosedur kesehatan penanganan Covid-19.

“Untuk menunggu giliran salat jumat gelombang berikutnya tidak ada tempat yang aman dan memadai untuk menunggu, justru berpeluang terjadinya kerumunan yang bertentangan dengan protokol kesehatan,” tuturnya.

Sebagai informasi, sebelumnya Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK) menyampaikan pelaksanaan salat jumat dilakukan sebanyak dua sif. Lantaran adanya protokol kesahatan yang meminta jemaah salat berjarak satu meter.

Dengan kebijakan satu meter itu, menurut mantan Wakil Presiden Indonesia ini, memungkinkan umat muslim yang ingin melaksanakan salat jumat di masjid tidak tertampung. “Daya tampung masjid hanya maksimum 40 persen dari pada kapasitas biasanya. Akibatnya ialah banyak tidak tertampung, bisa tidak salat jumat. Karena itu dianjurkan untuk salat jumat dua kali, dua gelombang, dua sif” ujar JK, dalam Instagram pribadinya, Selasa (2/6).

Rep. Aldiansyah Nurrahman