Jumat, 13 Desember 2019
16 Rabi‘ at-akhir 1441 H
Home / Lifestyle / Salah Kaprah Istilah Wisata Halal
Worshop Halal Tourism Sharing From Turkey yang diinisasi oleh IHLC. Foto/dok.romy
halal tourism itu adalah services extended bagi Muslim traveler saat melakukan perjalanan wisata

Sharianews.com, Jakarta. Penyebutan istilah "halal tourism" seringkali menimbulkan persoalan. Hal ini disebabkan adanya perbedaan persepsi yang salah terkait "halal tourism".

Seperti yang diungkapkan chairman Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC), Sapta Nirwandar, halal tourism itu adalah services extended bagi Muslim traveler saat melakukan perjalanan wisata. Misalnya layanan untuk salat, makan, spa, dan lain-lain. Halal tourism bukan berarti menghalalkan destinasi wisata.

"Misalnya kita wisata ke Danau Toba, jadi bukan Tobanya dihalalkan, mana mungkin danau dihalalkan, danau itu buat semua orang. Atau misal Kawah Ijen, bukan Kawah Ijennya yang dihalalkan, karena Kawah Ijen adalah ciptaan Tuhan buat semua manusia, bukan untuk Islam saja," tegas Sapta di sela-sela acara workshop Halal Tourism Sharing Experience From Turkey, Sabtu (5/10).

Di tempat yang sama, President International Halal Tourism Organization (IHATO), Yusuf Gerceker mengatakan wisata halal di Turki, Antalya merupakan tujuan favorit selain Istanbul. Antalya merupakan pantai yang memiliki hiburan seperti di Bali, tapi masyarakat setempat sudah mengerti mengenai konsep "halal tourism".

"Pada awal presentasi kita sudah menyebut kita bukan bedakan mengenai wisata halal dan haram, tapi kita lebih menekankan konsep hotelnya dan akomodasinya dan kita ingin membuat wisatawan nyaman khususnya para wanita dan ibu karena jika ingin berenang ada pemisahan dan ada tempat khusus," ujar Yusuf.

Pantai Antalya yang berada di sebelah selatan Turki dikunjungi 15 juta wisatawan setiap tahunnya dan menjadi destinasi halal tourism favorit di Turki.

Menurut laporan lembaga penelitian, Thomson Reuters dan DinarStandard 2016, menempatkan Turki sebagai salah satu tujuan wisata halal global. Banyak Negara-negara berpenduduk Muslim menjadikan Turki sebagai tujuan wisata untuk mengisi menghabiskan liburan keluarga.

Untuk diketahui, hotel halal di turki jumlahnya mencapai 200 hotel, sedangkan di Antalya sendiri ada 15 hotel yang memiliki fasilitas bintang lima. Sementara jumlah hotel di baway bintang lima diperkirakan sekitar 50 hotel.

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo