Sabtu, 20 Juli 2019
18 Thu al-Qa‘dah 1440 H
Home / Ekbis / Sai Indonesia: Sudah Tepat Pemerintah Mengembangkan Kawasan Industri Halal
FOTO I dok. Hdc.com
PT Sai Indonesia, salah satu perusahaan distribusi kosmetika terbesar di Indonesia, ikut mendukung kebijakan pemerintah dalam pengembangan kawasan industri halal ke depannya.

Sharianews.com, Jakarta. Indonesia memiliki empat kawasan yang masuk dalam rencana pengembangan kawasan industri halal, yakni Batamindo Industrial Estate, Bintan Industrial Park, Jakarta Industrial Estate Pulogadung, dan Modern Cikande Industrial Estate.

PT Sai Indonesia, salah satu perusahaan distribusi kosmetika terbesar di Indonesia, ikut mendukung kebijakan pemerintah dalam pengembangan kawasan industri halal ke depannya.

"Sebagai negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia, sudah tepat apabila menjadikan empat. kawasan industri halal agar bisa bersaing dalam merebut pasar halal," ujar Samuel Pranata, Presiden Direktur PT Sai Indonesia lewat surat elektronik, Senin (24/6)

Ditambahkan Samuel, ke depannya, pasar halal cukup menjanjikan. pangsa  pasar halal dunia bisa mencapai angka 1 Triliun dolar AS. 

Lebih lanjut dikatakan, dengan adanya kawasan industri halal bisa menjadi peluang yang saling menguntungkan bagi pelaku industri.

"Karena tahun ini kan, Pemerintah mengeluarkan aturan, bahwasanya setiap produk harus memiliki sertifikat halal termasuk produk kosmetika yang kita produksi," imbuh Samuel.

Selain itu, ekosistem yang terbentuk di dalam kawasan industri halal tersebut, nantinya bisa bekerja sama satu sama lain.

"Sangat dimungkinkan, karena bisa menkadi transfer knowledge ataupun teknologi," imbuhnya.

Samuel menambahkan, PT Sai Indonesia ke depannya tidak hanya berfokus pada produk kosmetika dan perawatan saja, tetapi juga akan mengembangkan industri e-commerce dan 3rd party logistic.

Seperti diketahui, pengembangan area halal ini menjadi salah satu upaya untuk mendukung pemberlakuan sertifikat produk halal pada 17 Oktober 2019 mendatang.

Pemerintah menargetkan industri halal bisa mencapai 25 miliar dolar AS pada perdagangan dunia, atau naik 20 persen pada 2019 dibanding tiga tahun lalu.

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo