Kamis, 12 Desember 2019
15 Rabi‘ at-akhir 1441 H
Home / Lifestyle / Saatnya Para Stakeholder Memiliki Roadmap Pengembangan Halal Life style
FOTO | Dok. Kementerian Perindustrian
Kini sudah waktunya bagi para stakeholder halal life style menyusun program, semacam roadmap, yang semakin terarah dan terintegrasi untuk pengembangan halal lifestyle.

Kini sudah waktunya bagi para stakeholder halal lifes tyle menyusun program, semacam roadmap, yang semakin terarah dan terintegrasi untuk pengembangan halal lifestyle.

Sharianews.com, Jakarta. Indonesia memang memiliki potensi besar untuk menjadi  kiblat ekonomi syariah dunia. “Semua sumber  daya  riil material kita punya. Sumber daya dan potensi  populasi kita juga sangat besar. Sekitar 85 persen umat muslim dari 250 juta jiwa, dengan potensi sebesar ini mestinya Indonesia bisa menjadi produsen sekaligus pasar produk dan jasa halal dunia,”ujar Dr Sapta Nirwandar, Ketua Halal Life Style Center, saat ditemui sharianews.com, Selasa (31/7).

Namun sayangnya, kesadaran literasi masyakat kita terhadap gaya hidup halal masih rendah. Di lain pihak, pemerintah juga masih belum sepenuhnya aktif, ekspansif dalam mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia.“Mungkin karena pengaruhnya masih kecil terhadap perekonomian nasional,” ujarnya. 

Ironisnya, meski memiliki potensi ekonomi syariah yang besar, Indonesia justru masih menjadi Negara pengimpor alias menjadi pasar bagi Negara lain, yang justru bukan negara berpenduduk mayoritas muslim. Contohnya pada 2013, Indonesia masih mengimpor produk kosmetik dan farmasi halal dari Korea dengan nilai total USD 36,4 juta (kosmetik USD 11,7 juta, farmasi USD 24,7 juta).

Selain itu, Indonesia juga masih mengimpor produk makanan dari Thailand dan daging sapi halal dari Selandia Baru serta Australia. Tidak hanya itu, fashion dari negara seperti Korea saat ini juga sudah mulai merambah masuk ke Indonesia. 

Mengingat potensi besar yang dimiliki, ujar Sapta Nirwandar, sebetulnya kini sudah waktunya bagi para stakeholder halal lifestyle, baik pemerintah, pengusaha swasta, perguruan tinggi, ulama dan cendekiawan, menyusun program, semacam roadmap, yang semakin terarah dan terintegrasi untuk pengembangan halal lifestyle.

Sebab, jika tanpa ada kebijakan strategis dari pemerintah, tanpa ada good will, political will, dan lainnya, maka ekosistem dan  lingkungan usaha syariah di Indonesia mustahil dapat tumbuh dengan baik.(*) 

Ahmad Kholil