Sabtu, 20 April 2019
15 Sha‘ban 1440 H
FOTO I Dok. bungur.kabpacitan.id
"Gap dua persen dari target pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen, ada di desa. Kemiskinan terbesar di Indonesia itu ada di desa, jadi desa ini menjadi sangat penting untuk kita integrasikan dengan program-program keziswafan dan kemanusiaan di Rumah Zakat," sambung Nur Efendi.

Sharianews.com, Jakarta ~ Pekerjaan besar dan transformatif dilakukan Rumah Zakat untuk mengubah cara warga membangun bangsa. Yaitu dengan menggeser perhatian dari kota ke desa, dan melibatkan sumber daya mikro di kampung dan desa-desa.

Apabila pada tahun sebelumnya Rumah Zakat hanya tercatat 1.259 titik desa berdaya, tahun ini Rumah Zakat ingin meningkatkan lagi pemberdayaan bagi masyarakat desa.

"Tahun ini kita menargetkan 1.800 desa berdaya di seluruh Indonesia dan di 34 provinsi," ujar Nur Efendi, CEO Rumah Zakat, kepada Sharianews di Jakarta, Rabu (20/2).

Ia menambahkan, menuju pembangunan Indonesia berbasis desa, pemerintah tidak boleh ‘ditinggal’ sendirian. Sehingga, harus ada campur tangan semua pihak dalam membangun Indonesia.

Efendi pun mengatakan, kemiskinan terbesar banyak timbul dari desa. Dirinya mengklaim, bahwa 40 persen permasalahan yang ada, telah diselesaikan oleh pemerintah.

"Menyelesaikan masalah desa itu, menyelesaikan 40 persen ekonomi negara," ujar Efendi.

Lembaga kemanusiaan yang berdomisili di Bandung ini menambahkan, bahwa adanya ketimpangan di desa dengan target pertumbuhan ekonomi.

"Gap dua persen dari target pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen, ada di desa. Kemiskinan terbesar di Indonesia itu ada di desa, jadi desa ini menjadi sangat penting untuk kita integrasikan dengan program-program keziswafan dan kemanusiaan di Rumah Zakat," sambung Nur Efendi.

Desa Berdaya, lebih lanjut dikatakan dia, merupakan program pemberdayaan Rumah Zakat dalam cakupan wilayah desa, melalui pendekatan terintegrasi yaitu program capacity building (pembinaan masyarakat), ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan hingga kesiap-siagaan bencana, dengan target tumbuh dan berkembangnya kelembagaan lokal yang berdaya untuk mengatasi permasalahannya sendiri. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo