Sabtu, 20 April 2019
15 Sha‘ban 1440 H

Rukun bagi Penerima Wakaf

Minggu, 14 April 2019 09:04
FOTO I Dok. Awqaf SA
Yang paling utama dalam rukun wakaf yaitu, harus dipastikan benda yang diwakafkan terkategori sebagai kebaikan.

Sharianews.com, Jakarta - Berikut adalah ketentuan tentang al-Mawqûf ‘alayh (pihak yang penerima manfaat wakaf), yang diolah dari berbagai sumber.

Yang paling utama dalam rukun wakaf yaitu, harus dipastikan benda yang diwakafkan terkategori sebagai kebaikan.

Sebagai contoh, ketika mewakafkan masjid, maka yang dimaksudkan adalah masjid sebagaimana ketentuan syariah. Jika dia membangun masjid dalam rangka untuk memecah belah umat, menjauhkan umat Islam dari agamanya, dan lain-lain, maka wakaf seperti ini tidak sah karena tidak adalam katrgori al-birr (kebaikan).

Demikian juga wakaf yang ditujukan untuk fakir miskin, para mujahidin, ibnu sabil, orang-orang yang terlilit utang, dan kriteria lainnya tanpa menyebut nama orangnya.

Ini termasuk wakaf ‘ala jihat al-birr, untuk tujuan kebaikan karena bersedekah kepada orang-orang miskin merupakan suatu kebaikan. Namun hendaklah yang diprioritaskan adalah yang miskin dan membutuhkan di antara mereka.

Sebab, apabila sebuah hukum dikaitkan dengan suatu sifat tertentu, maka hukum itu semakin kuat seiring dengan kuatnya sifat tersebut.

Demikian pula ketika wakaf ditujukan untuk kerabat, maka diprioritaskan kerabat yang paling dekat.

Kebolehan untuk kepentingan tersebut karena maksud dari wakaf adalah untuk mengharap pahala Allah Swt dengan melaksanakan ketaatan.

Sedangkan semua perkara tersebut termasuk dalam ketaatan, sehingga membantu terwujudnya ketaatan adalah sebuah ketaatan, dan merupakan tolong-menolong dalam ketaatan, sebagaimana dalam firman-Nya:

Dan tolong-menolonglah kalian dalam kebajikan dan taqwa (QS al-Maidah [5]: 2).

Dikatakan Imam an-Nawawi, “Tidak sah berwakaf kecuali untuk kebajikan yang ma’ruf, seperti jembatan, masjid, orang miskin, dan kaum kerabat.

Apabila berwakaf untuk sesuatu yang tidak ada unsur taqarrub, seperti tempat ibadah sinagog, gereja, buku Taurat dan Injil, untuk orang yang membegal atau murtad dari agamanya, tidak sah. Sebab tujuan dari wakaf adalah taqarrub (kepada Allah Swt). Sedangkan semua yang disebutkan di atas membantu kemaksiatan. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo
#rukun wakaf