Sabtu, 16 Januari 2021
03 Jumada al-akhirah 1442 H
Home / Lifestyle / RQV Indonesia Targetkan 1.000 Kampung Al-Quran
FOTO I Dok. saylhendra
Semua program RQV Indonesia berbasis kemasyarakatan.

Sharianews.com, Jakarta ~ Rumah Quran Violet (RQV) Indonesia saat ini sudah ada di beberapa kota besar di pulau Sumatra, sebagaian Sulawesi, dan Kalimantan. Dalam waktu dekat, RQV juga akan bertemu dengan tokoh dan masyarakat Fakfak, Papua Barat.

Baca juga: Heboh Virus Corona, Begini Cara Rasulullah Atasi Wabah Dulu

Presiden RQV Indonesia, Sultan Mude Azmi F.U berharap, RQV Indonesia bisa menjalin kerja sama dengan guru-guru Madrasah. RQV Indonesia memiliki target membentuk 1.000 kampung Al-Qur’an dan sejuta penghafal Al-Qur’an.

Baca juga: Muslim Fashion Festival 2020 Targetkan Transaksi Sebesar Rp43 Milyar

“Kami berharap generasi Indonesia paham dan cinta Al-Qur’an. Program RQV Indonesia semua berbasis kemasyarakatan,” kata Sultan saat berkunjung ke Kementerian Agama (Kemenag), belum lama ini.

Dalam kesempatan tersebut, RQV Indonesia menyatakan siap berkolaborasi dengan program-program madrasah di Kemenag.

“RQV Indonesia adalah lembaga nasional sosial keagamaan yang berfokus pada pendidikan tahfidzul quran berkarakter dan melahirkan masyarakat penghafal Al-Qur’an. Menghafal Al-Qur’an secara gratis berbasis masyarakat,” jelas Sultan dalam laman resmi Kemenag.

Lebih kanjut ia menjelaskan, RQV Indonesia didirikan pada 4 September 2015. Berbekal Surat Keputusan Kementerian Hukum & HAM RI: AHU-0021681.AH.01.04 Tahun 2015, RQV Indonesia resmi menjadi Lembaga Pendidikan Tahfidz Al-Qur’an dan wakaf dengan mengusung visi: Cerdas Bersama Al-Qur’an.

Sementara itu, Menteri Agama Fachrul Razi menyambut baik niat dan tawaran program tahfiz dari RQV Indonesia. Sebab, Kementerian Agama tidak semata-mata bicara Islam, tetapi karakter bangsa Indonesia. “Islam dan bangsa tidak boleh dipisahkan. Identitas Islam, dan identitas bangsa harus menjadi satu paket,” tambahnya.

Kemenag akan mempelajari sejauh mana program berbasis kemasyarakatan tersebut. “Saya setuju, mendalami Al-Qur’an itu bukan sekedar menghafal, tapi menghayati dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Fachrul. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo