Sabtu, 6 Juni 2020
15 Shawwal 1441 H
Home / Ekbis / Roadmap Ekonomi Syariah Fokus pada Industri Halal, Ini Kata Pengamat… 
Foto: Ummatpos.com
Peta jalan ekonomi syariah yang fokus pada industri halal yang akan dirampungkan pemerintah akhir ini jangan sampai melupakan sektor keuangan syariah dan zakat. 

Sharianews.com, Jakarta. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bersama Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) akhir tahun ini rencananya akan merampungkan peta jalan (roadmap) ekonomi Syariah. Salah satu fokus utamanya pada industri halal di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Pusat Studi Bisnis dan Ekonomi Syariah Institut Pertanian Bogor (IPB), Irfan Syauqi Beik mengatakan, dirinya mengapresiasi langkah pemerintah untuk fokus kepada industri halal. Namun ia juga mengingatkan agar pemerintah jangan sampai mengabaikan sektor keuangan syariah serta zakat, infak, waqaf, dan sedakah (Ziswaf).

“Itu satu paket. Misalnya, dalam soal mengembangkan pariwisata halal, kita juga perlu mengembangkan kawasan pariwisata dengan prinsip syariah. Hotelnya sesuai syariah. Restorannya juga bersyariah. Jangan lupa aspek keuangan dan transaksinya juga harus berbasis keuangan Syariah,” jelas Syauqi, saat dihubungi Sharianews.com (20/9/2018).

Pengurus Dewan Syariah Nasional- Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) ini menambahkan, di kawasan pariwisata halal juga mesti ada ATM bank Syariah. “Selain itu, kegiatan transaksi hotel atau restorannya juga memprioritaskan untuk menggunakan rekening bank syariah,” ujarnya.

Teknologi bank syariah, sambungnya, sudah cukup mumpuni untuk digunakan. Tidak kalah dengan bank konvensional. “Transaksi seperti ini harus didorong, sehingga akhirnya perbankan dan keuangan syariah juga ikut berkembang seiring perkembangan industri halal dalam negeri,” urainya.

Syauqi juga mengingatkan, industri halal itu jangan lupa terhadap Ziswaf. Perusahaan syariah itu wajib membayar zakat. “Kalau tidak bayar zakat itu namanya kurang syariah,” tegasnya.

Menurut Syauqi, meskipun peta jalannya fokus pada industri halal, tapi dua sektor itu (keuangan syariah dan zakat perusahaannya) jangan sampai dilupakan. “Ini yang kita harapakan,” imbuhnya.

Wisata Halal Populer Dunia

Berdasarkan Mastercard-CrescentRating dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) 2018. Indonesia berada di peringkat kedua sebagai destinasi wisata halal populer di dunia.

Indonesia menduduki peringkat yang sama dengan Uni Emirat Arab. Indonesia berada di bawah Malaysia yang menempati peringkat pertama.

Dalam studi tersebut, pasar Muslim diprediksi akan terus meningkat hingga USD $220 miliar pada tahun 2020 dengan jumlah wisatawan mencapai 158 juta orang.

Pada tahun 2017, tercatat ada 131 juta wisatawan Muslim yang berwisata ke berbagai destinasi wisata halal. Salah satunya Indonesia.

Peringkat 10 besar untuk negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dalam riset ini, yaitu Malaysia, Indonesia, Uni Emirat Arab, Turki, Arab Saudi, Qatar, Bahrain, Oman, Maroko dan Kuwait.

Sementara untuk 10 besar Negara non-OKI, yaitu Singapura, Thailand, Inggris, Jepang, Taiwan, Hong Kong, Afrika Selatan, Jerman, Perancis, serta Australia. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman. Editor: Achmad Rifki