Sabtu, 8 Mei 2021
27 Ramadan 1442 H
Home / Lifestyle / Riset: Kehalalan Vaksin Mutlak Bagi 81,9 Persen Masyarakat
Foto dok. Pexels
Hasilnya, 81,9 responden menyatakan bersedia menjalani vaksinasi apabila vaksin dinyatakan halal.

Sharianews.com, Jakarta - Indikator Politik Indonesia merilis survei mengenai vaksinasi Covid-19. Hasilnya, 81,9 responden menyatakan bersedia menjalani vaksinasi apabila vaksin dinyatakan halal.

Mengingat situasi yang masih pandemi, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menjelaskan survei dilakukan melalui telepon pada 1-3 Februari 2021 terhadap 1.200 responden yang dipilih secara acak dari sampel survei tatap muka langsung yang dilakukan Indikator Politik Indonesia pada rentang Maret 2018 hingga Maret 2020. Survei memiliki margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

"Kehalalan vaksin harus menjadi syarat mutlak, karena 81,9 persen warga hanya mau divaksin jika sudah dipastikan kehalalannya," tegasnya dalam diskusi virtual, Minggu (21/02).

Selain itu, 16,9 persen masyarakat tetap bersedia divaksin Covid-19, meski status kehalalannya belum ada atau dikeluarkan. Hal terpenting yakni vaksin tersebut terbukti efektif dan aman melindungi diri dari penularan Covid-19. Sedangkan 1,2 persen lainnya menjawab tidak jawan atau tidak tahu.

“Berpandangan progresif liberal kan merasa yang penting kan menyelamatkan,” ujar Burhanuddin.

Sebagai informasi, pemerintah telah menetapkan bahwa vaksin Covid-19 halal. Selain itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga telah menerbitkan izin penggunaan darurat pada vaksin.

Rep. Aldiansyah Nurrahman