Minggu, 25 Oktober 2020
09 Rabi‘ al-awwal 1442 H
Home / Ziswaf / Revisi UU Wakaf, BWI Minta Aturan Tentang BWI di Daerah Lebih Detail
Foto dok. Pexels
Termasuk soal penganggaran

Sharianews.com, Jakarta - Revisi Undang-Undang (UU) Wakaf sudah masuk program legislasi nasional (prolegnas) 2020-2024. UU Wakaf yang ada sekarang sedang diupayakan untuk direvisi. UU Wakaf perlu diperbarui agar wakaf bisa berkembang secara optimal.

Wakil Sekretaris Badan Wakaf Indonesia (BWI) Fahruroji mengatakan revisi UU wakaf perlu dilakukan. Ia menyoroti hal yang perlu dimasukan dalam UU wakaf yang baru berkaitan dengan perwakilan BWI di daerah.

Fahruroji menerangkan di UU wakaf saat ini memang memang sudah menjelaskan bahwa BWI dapat membentuk perwakilan BWI di daerah hanya saja kurang detail.

“Aturan secara rincirnya belum ada, termasuk soal penganggaran. Maka dalam revisi ke depan kita akan mengatur lebih rinci lagi tentnang perwakilan BWI, termasuk soal pembiayayannya, organsisai, dan lain-lainnya,” ucap Fahruroji.

Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama (Kemenag) Muhammad Fuad Nasar mengatakan peraturan perundang-udangan tentang wakaf sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam perkembangan zaman. UU wakaf perlu diperbarui agar wakaf bisa berkembang.

“Ini merupakan sebuah perkembangan baru yang mengharuskan kita semua berpikir lebih strategis ke depan dalam menyeimbangkan pekembangan di lapangan dengan infrastruktur regulasi yang mengatur berbagai hal tentang perwakafan,” tutur Fuad.

Menurutnya, keterpaduan antar sektor dalam hal pengadministrasian, pengelolaan, pengembangan, serta yang menghubungkan antar perwakafan dengan berbagai ruang kebijakan nasional juga perlu diperhatikan.

Kemenag bersama stakeholders terkait, terus mengawal dan mendorong penguatan di dalam regulasi dan di dalam intensi program-program-program wakaf.

“Semangat kita adalah bagaiamana mempertahankan aset-aset wakaf yang sudah ada dan memobilisasi aset-aset wakaf yang baru. Baik aset wakaf yang tetap, tidak bergerak, maupun aset wakaf yang bergerak,” pungkasnya.

Rep. Aldiansyah Nurrahman

Tags: