Sabtu, 21 September 2019
22 Muḥarram 1441 H
Home / Global / Restoran Halal Menjamur di Italia
-
Empat kota di Italia menjamur bisnis makanan dan restoran halal.  

Empat kota di Italia menjamur bisnis makanan dan restoran halal.  

Sharianews.com. Bagi umat Islam yang ingin berwisata ke Eropa, berkunjunglah ke Italia. Di negara asal pizza ini menjamur restoran halal.  

Banyak turis dari Timur Tengah atau negara Asia Tenggara yang mayoritas Muslim menjadikan Italia sebagai destinasi wisata. Italia, salah satu negara di Benua Biru, yang mengalami peningkatan jumlah warga Muslimnya secara pesat. Dari 2.000 orang di 1975 menjadi 2 juta penduduk pada 2015.

Denatour, perusahaan jasa travel di Indonesia yang telah merintis paket perjalanan tur syariah ke mancanegara sejak 1995, menjadikan Italia sebagai salah satu tempat yang wajib dikunjungi konsumennya selain Belanda, Inggris, Perancis, dan beberapa negara Eropa lainnya.  

“Di berbagai negara itu jumlah penduduk Muslimnya meningkat. Juga tersedia berbagai fasilitas seperti hotel syariah, masjid, dan makanan halal. Sehingga mereka nyaman saat makan atau sewaktu shalat. Nah, itu yang dicari,” kata Khusnul, marketing di Denatour saat ditemui Syarianews.com di Pejaten, Jakarta.

Kota-kota di Italia yang menjadi pusat makanan halal, antara lain, Roma, Florence, Venesia, dan Milan.

Dilansir dari situs platform perjalanan untuk pelancong Muslim Halaltrip.com, selain Masjid Agung Roma, kota ini juga banyak warung kebab serta restoran halal. Salah satunya Peri Peri Halal Grill, restoran halal populer di Roma yang menyajikan berbagai macam salad dan nasi biryani. k

Di Milan, wisatawan Muslim dapat menemukan berbagai restoran halal milik orang India dan Timur Tengah. Banyak pula tempat makan yang ramah tehadap orang Islam seperti restoran Kashmir yang menawarkan menu makanan halal.

Berbeda antara Milan dan Roma, makanan halal di Venesia tak sebanyak di dua kota itu, tapi dapat ditemukan di kebab-kebab halal serta beberapa restoran, baik di pusat maupun pinggiran kota.

Di Florence, dengan populasi Muslim cukup besar, wisatawan Muslim dapat menemukan banyak masjid dan restoran halal. Ada sejumlah restoran halal di Florence yang mayoritas dimiliki orang India dan Timur Tengah. Yang terkenal Haveli Indian Restaurant dengan menu vindaloo ayam terbaik, dal, dan kebab andalannya.

Meski tak sebanyak di empat kota itu, Palermo, Turin, Ravena, dan Genoa juga menyediakan fasilitas yang ramah buat orang Islam.  

Selain itu, Italia juga kaya akan situs warisan sejarah atau monumen terkenal di dunia, museum dan galeri, dan budaya dan tradisi yang menarik. Selain juga terdapat butik dan pusat perbelanjaan, pantai, gunung dan danau yang indah, dan tempat wisata yang ramah.

Empat Alasan Makanan Halal Mendunia

Tren pendapatan industri makanan halal di seluruh dunia, Italia turut berkontribusi di dalamnya, diperkirakan akan terus meningkat dari $ 1.25 triliun di 2016 hingga $ 2.57 triliun pada 2024, sebagaimana laporan Statista.com, portal yang secara khusus menyajikan statistik.

Menurut Italianfood.net, laman Italia pertama yang mendedikasikan seluruh laporan dan beritanya pada sektor makanan dan minuman di negara itu, setidaknya ada empat alasan mengapa industri makanan halal kian berkembang.

Pertama, label halal berkontribusi pada peningkatan permintaan dan konsumsi produk makanan yang benar-benar halal. Hal ini lantaran standar tinggi label halal yang terpercaya. Mulai dari penggunaan bahan mentah, cara yang tepat untuk menyimpan, mengolah, mengangkut bahan baku serta produk jadi hingga menggudangkannya. Ini menjadi daya tarik tersendiri.

Dampak demografis alasan lainnya. Selain volume penjualan, makanan halal juga terkait dengan faktor demografis. Di AS, 3,3 juta Muslim diproyeksikan akan tumbuh hingga 8,1 juta pada 2050 dan, dalam dekade berikutnya, mereka akan mengungguli orang Yahudi sebagai kelompok agama non-Kristen terbesar di negara itu, menurut penelitian Pew Research Center, seperti dikutip Italianfood.net

Alasan selanjutnya, konsumsi budaya. Dengan nilai tambah yang dianggap lebih sehat, beradab dengan sedikit bahan penambah rasa di dalamnya, makanan halal mulai diterima di luar lingkup budayanya sendiri. Di AS, misalnya, makanan halal menempati ceruk yang kecil, tapi berkembang pesat dan menjadi pasar potensial yang lebih luas dibanding dengan bisnis halal lainnya.

Terakhir, menurut laporan Mastercard dan CrescentRating, para turis Muslim ikut mendorong berkembangnya produk halal. Pelancong Muslim diprediksi mencapai 220 miliar pada 2020. Hal ini didorong oleh pertumbuhan ekonomi negara berkembang seperti Indonesia dan Malaysia. Pertumbuhan pariwisata halal juga menjadi penggerak roda penjualan makanan dan minuman juga perhotelan. *(SN)

 

Reporter: Emha Asror

Editor: A.Rifki