Sabtu, 6 Juni 2020
15 Shawwal 1441 H
Home / Keuangan / Resmi: DSN-MUI Berikan Fatwa kepada KSEI Terkait Proses Bisnis dan Layanan Jasa
FOTO I Dok. sharianews.com
Fatwa tersebut bernomor 124/DSN-MUI/Xl/2018 tentang Penerapan Prinsip Syariah dalam Pelaksanaan Layanan Jasa Penyimpanan dan Penyelesaian Transaksi Efek Serta Pengelolaan Infrastruktur lnvestasi Terpadu tersebut diresmikan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (1/4).

Sharianews.com, Jakarta ~ PT Kustodian Sentral Efek lndonesia (KSEI) secara resmi telah memperoleh Fatwa dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) terkait Proses Bisnis Atas Layanan Jasa KSEI.

Fatwa tersebut bernomor 124/DSN-MUI/Xl/2018 tentang Penerapan Prinsip Syariah dalam Pelaksanaan Layanan Jasa Penyimpanan dan Penyelesaian Transaksi Efek Serta Pengelolaan Infrastruktur lnvestasi Terpadu tersebut diresmikan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (1/4).

Fatwa ini sebenarnya sudah didapatkan pada Rapat Pleno DSN-MUI yang telah dilaksanakan pada 8 November 2018, ketika itu dihadiri oleh Ketua DSN-MUI Ma'ruff Amin dan Direktur Utama KSEI Friderica Widyasari Dewi.

Dalam acara tersebut, Friderica menyampaikan adanya fatwa nomor 124/DSN-MUI/XI/2018, yang menjadi pelengkap dasar-dasar prinsip syariah dan menjadi acuan serta pegangan dalam berinvestasi di pasar modal lndonesia.

”lndonesia merupakan pasar yang potensial bagi pertumbuhan produk-produk investasi yang berdasarkan prinsip syariah. Di pasar modal Indonesia sendiri terdapat lebih dari 50 persen saham yang merupakan saham berbasis syariah," jelasnya.

Penerbitan fatwa ini merupakan inisiatif dari KSEI dengan dukungan oleh DSN-MUI, Otoritas Jasa Keuangan, dan Self Regulatory Organization. Adanya fatwa tersebut juga harus dibarengi dengan edukasi kepada investor dan masyarakat secara umum.

Friderica berharap, dengan adanya fatwa ini, semakin memantapkan produk investasi syariah di pasar modal Indonesia. Karena, proses transaksi di Bursa hingga proses penyelesaian di KSEI sudah sesuai dengan prinsip syariah. Selain itu, proses penerbitan reksa dana yang dikelola dalam infrastruktur investasi terpadu di KSEI pun, telah sesuai dengan prinsip syariah.

Sebelumnya, sejak tahun 2001 DSN-MUI telah mengeluarkan tiga buah fatwa syariah yang menjadi dasar berinvestasi di pasar modal Indonesia.

Antara lain, pertama fatwa nomor 20/DSN-MUl/lV/2001 tentang Pedoman Pelaksanaan Investasi untuk Reksa Dana Syariah.

Kedua, fatwa nomor 40/DSN-MUl/X/2003 tentang Pasar Modal dan Pedoman Umum Penerapan Prinsip Syariah di Bidang Pasar Modal

Ketiga, fatwa nomor 80/DSN-MUI/Ill/2011 tentang Prinsip Syariah dalam Mekanisme Perdagangan Efek bersifat Ekuitas di Pasar Reguler Bursa Efek yang diberikan ke Bursa Efek Indonesia.

Fatwa ini mengatur tentang proses transaksi di Bursa serta penerbitan indeks saham syariah di pasar modal (Indeks Saham Syariah Indonesia, Jakarta Islamic Index, dan Jakarta Islamic Index 70). Hal tersebut juga didukung oleh penerapan oleh beberapa Perusahaan Efek yang memiliki aplikasi berupa online trading syariah. (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo

Tags: