Sabtu, 23 Januari 2021
10 Jumada al-akhirah 1442 H
Home / Global / Remdesivir Dinggap Ampuh Obati Corona, Harapannya Bisa Dipublikasikan Mei
Foto dok. Freepik
Obat ini telah di uji coba pada 125 pasien Covid-19 yang menggunakan remdesivir dan hasilnya mereka pulih dengan cepat.

Sharianews.com, Perusahan farmasi dan bioteknologi Gilead Sciences telah memproduksi obat penangkal virus corona, Remdesivir. Obat ini telah di uji coba pada 125 pasien Covid-19 yang menggunakan remdesivir dan hasilnya mereka pulih dengan cepat.

Dokter spesialis penyakit menular dari Universitas Chicago, Kathleen Mullane, mengatakan dalam uji coba tersebut, pihak rumah sakit universitas Chicago hanya merekrut 125 pasien corona, 113 di antaranya dengan kondisi tingkat keparahan berat.

Pasien covid-19 dengan kondisi berat mayoritas mengalami pemulihan yang cepat dalam gejala demam dan gangguan pernapasan. Sehingga bisa dipulangkan pihak rumah sakit dalam kurun waktu kurang dari satu minggu.

Di Amerika Serikat semakin banyak pasien yang melakukan pendaftaran untuk melakukan uji coba mengonsumsi obat ini. "Perkiraan pendaftaran dalam percobaan yang dijalankan oleh Gilead meningkat menjadi 6.000 pasien dari 2.400 sebelumnya," melansir dari Reuters, akhir pekan lalu.

Remdesivir yang kode pengembangan GS-5734 adalah obat antivirus, sebuah prodruk analog nukleotida baru, yang dikembangkan Gilead. Mulanya obat ini untuk menangani infeksi penyakit virus Ebola dan virus Marburg meskipun ditemukan juga aktivitas antivirus yang wajar terhadap virus yang terkait seperti virus pernapasan respirasi, virus Junin, virus demam Lassa, dan virus kor-MERS.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah memberi sambutan hangat pada dua obat, termasuk Remdesivir dan satu lagi adalah malaria, hydroxychloroquine, yang dianggap sebagai sesuatu yang bernilai di tengah kepanikan warga Amerika Serikat. Kedua obat itu tengah diuji klinis untuk meneliti keefektifannya dalam mengobati pasien Covid-19.

Diharapkan Remdesivir dapat mengurangi durasi pengobatan pasien Covid-19. Hasil uji klinis Gilead yang melibatkan pasien virus tersebut dalam kondisi parah diharapkan rampung bulan April 2020. Harapannya obat dapat dipublikasikan pada Mei 2020.

Rep. Aldiansyah Nurrahman