Selasa, 25 Januari 2022
22 Jumada al-akhirah 1443 H
Home / Keuangan / Rekomendasi Akhir Tahun, MUI Bahas Alokasi Anggaran Ekonomi Syariah Pemerintah
Ketua MUI KH Miftachul Akhyar (Dok.MUI)
MUI mendorong pemerintah untuk intervensi lebih besar dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia dengan menginjeksikan anggaran yang lebih besar lagi

Sharianews.com, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan rekomendasi akhir tahun yang tertuang dalam Taushiyah Akhir Tahun MUI 2020. Salah satu rekomendasi itu terkait dengan ekonomi syariah. 

Taushiyah yang ditandatangani Ketua Umum MUI KH. Miftachul Akhyar dan Sekretaris Jenderal  MUI Amirsyah Tambunan itu, dibacakan dibacakan langsung Sekjen MUI,  dalam Pengukuhan dan Taaruf Dewan Pimpinan MUI Periode 2020-2025 di Hotel Sultan, Jakarta Selatan, Kamis (24/12).

“Pergantian tahun merupakan sunnatullah dan hendaknya menjadi muhasabah bagi perjalanan bangsa Indonesia ke depan.  Untuk itu, setelah mencermati permasalahan yang dihadapi umat dan bangsa Indonesia selama tahun 2020, terutama masalah sosial-keagamaan dan keumatan dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, Dewan Pimpinan MUI menyampaikan taushiyah menjelang akhir tahun,” tutur KH. Miftach.

Terkait ekonomi syariah dalam rekomendasi akhir tahun yang tertuang dalam Taushiyah Akhir Tahun MUI 2020, KH. MIftach mengatakan pengembangan ekonomi Syariah di Indonesia telah mendapatkan perhatian yang lebih baik dari pemerintah.

Sejumlah skenario dan proposal bagi pengembangan ekonomi syariah di negeri ini telah menjadi keputusan resmi pemerintah. Namun demikian keterlibatan pemerintah dalam mengalokasikan anggaran untuk tujuan ini dirasa masih sangat kurang dan pelibatan masyarakat terkait pengembangan ekonomi syariah ini dirasa masih belum optimal.

“Oleh karena itu Dewan Pimpinan MUI mendorong pemerintah untuk intervensi lebih besar dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia dengan menginjeksikan anggaran yang lebih besar lagi, khususnya bagi kalangan kecil. MUI juga mendorong pelibatan sebanyak mungkin komponen umat Islam dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia,” ujar Miftach.

Selain itu, dalam rekomendasi juga membahas pendemi Covid-19. KH. Miftach menyampaikan kondisi pandemi Covid-19 masih merajalela selama tahun 2020 dan diprediksikan tahun depan kondisi tersebut akan tetap berlangsung.

Oleh karena itu, Dewan Pimpinan MUI mendorong Pemerintah untuk segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengakhiri pandemi tersebut. Di antaranya menyiapkan vaksin gratis bagi seluruh masyarakat.

Serta, menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan, yaitu 3 M (memakai masker yang menutup hidung dan mulut, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak aman).

Rep. Aldiansyah Nurrahman