Jumat, 23 April 2021
12 Ramadan 1442 H
Home / Ziswaf / Rakornas Zakat 2021 Lahirkan 12 Resolusi Zakat
Ketua Badan Amil Zakat Nasional Noor Achmad
12 resolusi, yakni 7 resolusi untuk internal dan 5 resolusi untuk eksternal.

Sharianews.com, Jakarta - Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Zakat Tahun 2021 berjalan lancar dan sukses hingga melahirkan 12 resolusi, yakni 7 resolusi untuk internal dan 5 resolusi untuk eksternal.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Noor Achmad para peserta Rakornas akan menjalankan tugas pengelolaan zakat dengan melaksanakan resolusi tersebut demi menyukseskan pembangunan, terutama pengentasan kemiskinan.

"Kami peserta Rakornas 2021, berkomitmen dengan sungguh-sungguh untuk melaksanakan tugas mengelola dan mengembangkan perzakatan nasional dalam upaya menjadi pilihan pertama pembayar zakat, lembaga utama mensejahterakan umat di Indonesia," jelasnya usai penutupan Rakornas Zakat 2021, di Hotel Grand Mercure, Jakarta, Selasa (06/04).

Sementara itu, Pimpinan Baznas yang juga Ketua Umum Panitia Rakornas Zakat 2021 Achmad Sudrajat menyampaikan terima kasih serta memberikan apresiasi terhadap semua pihak atas kesuksesan perhelatan akbar tersebut.

Menurut Achmad, Rakornas Zakat akan semakin memacu dan memicu kebangkitan zakat di seluruh penjuru Tanah Air. "Alhamdulillah Rakornas Zakat 2021 berlangsung lancar dan sukses. Kami menyampaikan terima kasih pada semua pihak sehingga Rakornas ini semakin memacu dan memicu kebangkitan zakat nasional," ucapnya.

Adapun butir-butir resolusi Rakornas Zakat 2021 antara lain sebagai berikut:

Internal:

1. Memperkuat kinerja Baznas untuk menjangkau sebanyak-banyaknya penerima manfaat dalam rangka pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat

2. Memperkuat kelembagaan Baznas pusat, Baznas provinsi dan Baznas kabupaten/kota sebagai lembaga pemerintah nonstruktural dalam pengelolaan zakat secara nasional dan daerah

3. Memperkuat kompetensi sumber daya manusia yang profesional, amanah dan modern dalam mengelola zakat dan meningkatkan kesejahteraan amilin-amilat

4. Memperkuat transformasi digital dalam pengumpulan, penyaluran, dan pelaporan zakat

5. Memperkuat sinergi dan kolaborasi antarseluruh pemangku kepentingan dalam rangka akselerasi mustahik menjadi muzaki

6. Memperkuat koordinasi dan pengendalian seluruh Organisasi Pengelola Zakat (OPZ), baik Baznas dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) seluruh Indonesia

7. Baznas provinsi seluruh Indonesia diwajibkan untuk melaksanakan rapat koordinasi daerah (rakorda) tingkat provinsi dengan melibatkan Baznas kabupaten/kota, LAZ skala provinsi, kantor wilayah Kementerian Agama (kanwil Kemenag) provinsi, Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) provinsi, Kemenag kabupaten/kota dan Kesra kabupaten/kota sesuai wilayah masing-masing paling lama tiga bulan sejak kegiatan Rakornas Zakat ini dilaksanakan

 

Eksternal:

1. Dalam rangka menciptakan sikap saling tolong-menolong, kegotongroyongan, terutama dalam rangka pengentasan kemiskinan, maka dimohon kepada Presiden RI untuk mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Kewajiban ASN, TNI, Polri dan Pegawai BUMN/BUMD untuk Menunaikan Zakat Penghasilan dan Jasa

2. Dalam rangka memperkuat kelembagaan dan tata kelola zakat nasional, diperlukan amandemen UU Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat

3. Dalam upaya memperkuat kelembagaan, sumber daya manusia dan dukungan fiskal Baznas provinsi dan Baznas kabupaten/kota, gubernur dan bupati/wali kota secara konsisten berpegang pada amanat Pasal 31 UU Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat

4. Dalam rangka meningkatkan literasi dan kecintaan umat Muslim terhadap kewajiban zakat, maka dimohon seluruh pemangku kepentingan terutama ulama, zuama, umara, kaum intelektual, profesional, wirausahawan dan media massa untuk menggelorakan Gerakan Cinta Zakat dari Sabang sampai Merauke serta Miangas sampai Pulau Rote

5. Memastikan pengelolaan zakat oleh OPZ secara nasional agar mematuhi prinsip Aman Syari, Aman Regulasi dan Aman NKRI.

Rep. Aldiansyah Nurrahman

Tags: