Kamis, 6 Agustus 2020
17 Thu al-Hijjah 1441 H
Home / Ziswaf / Rakernas Lazismu 2019, Agendakan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Rakernas Lazismu. Foto/dok.Muhammadiyah
Lombok tidak asing bagi pegiat Lazismu dan Muhammadiyah yang bekerja sama dengan berbagai kalangan untuk kerja kemanusiaan dan wilayah yang terdampak  bencana.

Sharianews.com, Jakarta ~ Rapat Kerja Nasional (Rakernas) merupakan agenda penting yang dilakukan oleh Lazismu. Pertemuan nasional dari tanggal 5-7 Desember di Lombok adalah pilar utama yang dilakukan Lazismu dalam aktivitasnya di tahun 2019 untuk menghasilkan misi-misi yang akan dilakukan kembali di tahun 2020.

Tahun ini Lazismu mengangkat tema Philanthropreneurship untuk Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Ketua Lazismu, Pusat Hilman Latief mengatakan, Lombok tidak asing bagi pegiat Lazismu dan Muhammadiyah yang bekerja sama dengan berbagai kalangan untuk kerja kemanusiaan dan wilayah yang terdampak  bencana.

Di Yogyakarta juga banyak mahasiswa yang terdampak berkuliah di sana.

Lazismu berdiri sejak 2002, secara administratif telah sesuai dengan regulasi yang telah diatur oleh pemerintah, dan mendapatkan SK Kemenag pada 2002, dan dengan undang-undang baru juga dikategorikan sebagai lembaga amil zakat nasional, yang keberadaannya ada di tingkat provinsi dan kabupaten.

“Mudah-mudahan dengan kehadiran lembaga ini khususnya warga Muhammadiyah bisa membangun kekuatan sebagai organisasi sosial berbasis keagamaan yang peduli kepada masyarakat yang duafa dan punya keinginan untuk melakukan perubahan sosial yang jauh dari jangkauan pemerintah,” ucapnya dalam keterangan tertulis yang diterima Sharianews, Jumat (6/11).

“Alhamdulillah telah hadir peserta dari Aceh sampai Papua.” Lanjut Hilman, tema yang Lazismu hadirkan sebagai upaya mendorong gerakan pemberdayaan ekonomi sebagai pilar untuk pemberdayaan masyarakat. Di mana kelompok kelas menengah sebagai pendongkrak perekonomian Indonesia dan di saat yang sama menjadi kelompok penting dalam menopang pertumbuhan lembaga filantropi.

Di tempat yang sama, Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid mengucapkan terima kasih, kepada peserta kepada Lazismu, “Selamat melaksanakan rakernas, sehingga bisa menghasilkan kebijakan secara tepat bagi Lazismu dan organisasi Muhammadiyah yang sama-sama kita banggakan.” Ungkap Fauzan

Sementara itu, Gubernur NTB yang diwakili oleh Sekretaris Daerah, Iswandi menyampaikan, salam takzim beliau kepada seluruh peserta Rakernas Lazismu.

"Terima kasih kepada Lazismu yang telah melaksanakan kegiatan ini di sini. Kami merasa bangga dengan Lazismu, apalagi persoalan kemiskinan juga menjadi sorotan serta menjadi beban dari seluruh jajaran pemerintah baik kabupaten dan provinsi," ucapnya mewakili Gubernur.

Karena itu, sambung Iswandi, peran Lazismu dan badan amil zakat nasional sangat dinanti untuk bahu-membahu fokus menanggulangi kemiskinan. “Ini tugas penting bagi kita semua, karena kita dihadapkan pada yang paling mudah menggangu integrasi yakni persoalan kemiskinan, sebagai organisasi Islam mari bersama-sama untuk melawan kemiskinan,” jelasnya.

Perhatian pemerintah provinsi terhadap organaisasi Muhammadiyah, bisa dilihat dari kemajuan pembangunan di NTB yang didukung oleh pergerakan ormas Islam, sehingga dari waktu ke watu pemerintah provinsi berharap dapat bersinergi memajukan pembangunan di daerah.

Lazismu sebagai salah satu komponen di Muhammadiyah dapat mewujudkannya apalagi dalam rakernas dapat menghasilkan putusan-putusan yang strategis. Kami meyambut baik kegiatan ini, hasilnya semoga dapat bermanfaat bagi masyarakat di NTB.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dalam hal ini diwakili oleh Ketua PP Muhammadiyah Goodwill Zubir, mengatakan, setiap saya turun dakwah ke lapangan termasuk di NTB dukungan pemerintah terhadap Muhammadiyah sangatlah berarti.

Termasuk bagaimana mengikuti perkembangan Lazismu dari awal sampai berkembang hari ini. Sejak itu, saya melihat ada tanda-tanda kehidupan. “Namun setelah dikelola oleh Pak Hilman dan amil-amil yang sekarang, ada tanda-tanda kepopuleran,” pungkasnya.

Lazismu telah mendapat tempat di hati umat. Dikagumi dan disegani, mudah-mudahan ke depannya dapat melakukan inovasi-inovasi kreatif dan jangan cepat berpuas diri.

Dalam acara pembukaan rakernas, dilakukan juga penandatangan nota kesepahaman antara Lazismu dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Ke depannya, Lazismu dan LPSK akan melakukan kolaborasi sehingga program-program filantropi dapat menemukan titik temunya dengan program-program di LPSK. Di samping itu, penandatanganan kerja sama juga dilakukan Lazismu dengan Paybill serta Dikdasmen dalam kegiatan crowdfunding.

Lazismu juga meluncurkan kartu NPWZ (nomor pokok wajib zakat) dalam bentuk kartu yang dapat dimiliki oleh donatur (muzaki) Lazismu. Di saat yang sama, Lazismu sekaligus meluncurkan sistem informasi manajemen (SIM) yang fokus pada implementasi keuangan Lazismu secara nasional.

Di penghujung acara, Lazismu juga menyerahkan penghargaan kepada kantor-kantor layanan Lazismu di daerah yang dianggap memiliki inovasi dan kreativitas yang baik dalam perkembangannya, serta penyerahan piagam hasil audit keuangan dan penyerahan piala lomba video, vlog dan foto. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo