Kamis, 27 Juni 2019
24 Shawwal 1440 H
Home / Keuangan / Punya Peran Strategis, Notaris Harus Kuasai Produk Perbankan Syariah
FOTO I Dok. ini.id
Notaris bank syariah, Agnes Nova Randomis dalam pembukaan acara Training Nasional Notaris Bank Syariah akhir pekan lalu ini mengatakan, kontrak-kontrak produk-produk perbankan syariah berbasis syariah compliance harus dipahami oleh notaris perbankan syariah.

Sharianews.com, Makassar ~ Notaris menduduki posisi yang sangat penting dalam industri perbankan syariah. Pasalnya, notaris berperan dalam pembuatan akta-akta kontrak-kontrak produk perbankan syariah dan pengikatan jaminan, khususnya Hak Tanggungan dan Fidusia.

Notaris bank syariah, Agnes Nova Randomis dalam pembukaan acara Training Nasional Notaris Bank Syariah akhir pekan lalu ini mengatakan, kontrak-kontrak produk-produk perbankan syariah berbasis syariah compliance harus dipahami oleh notaris perbankan syariah.

“Seperti perjanjian murabahah, musyarakah, mudharabah, ijarah, ijarah muntahiyah bit tamlik (IMBT), musyarakah mutanaqishah, pembiayaan take over syariah, refinancing syariah, masalah jaminan syariah, dan anatomi akta-akta syariah”, tutur Agnes.

Menurutnya, keharusan notaris memiliki kompetensi pembuatan perjanjian-perjanjian syariah, adalah hasil Rekomendasi  Annual Meeting Dewan Syariah Nasional  Majelis Ulama Indonesia, di Jakarta, Desember 2014.

Training Nasional  Notaris Bank Syariah ini diselenggarakan Pengurus Wilayah Ikatan Notaris Indonesia Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Iqtishad Consulting Lembaga Pendidikan dan Training Bank Syariah.

Acara ini diselenggarakan di Makassar, selama dua hari yakni tanggal 28-29 April 2019 ini merupakan pelatihan angkatan 337. Pelatihan tersebut sebagai side event Kongres Ikatan Notaris Indonesia ke-23 dan berlangsung di tempat yang sama pada tanggal 30 April – 1 Mei 2019.

Sementara itu, Agustianto Mingka, Presiden Direktur Iqtishad Consulting menyampaikan bahwa acara Training dan Workshop Nasional Notaris Perbankan Syariah membahas tentang Aspek Legal dan Penyusunan Kontrak-Kontrak pada Produk Bank Syariah.

“Industri keuangan syariah saat ini telah membesar menjadi Rp6.000 triliun lebih, Kenyataan ini membutuhkan jasa-jasa notaris baik pembuatan akta maupun pengikatan jaminannya,” ungkap Agustianto yang juga merupakan ketua Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI).

Perkembangan keuangan syariah yang bergerak dengan cepat, menurut Agustianto membutuhkan para notaris yang berkompeten membuat akta syariah dan pengikatan jaminannya.

Lebih lanjut, ia mengatakan perbankan syariah  di Indonesia membutuhkan notaris yang memahami  dengan baik konsep – konsep syariah dan penerapannya di praktik perbankan. (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo