Minggu, 1 November 2020
16 Rabi‘ al-awwal 1442 H
Home / Keuangan / Proses Merger Bank, Mandiri Syariah Pastikan Pelayanan Nasabah Tetap Optimal
Direktur Utama Mandiri Syariah Toni EB Subari
Layanan dan operasional untuk nasabah pun akan tetap berjalan berdasar pemenuhan kebutuhan nasabah (customer centric)

Sharianews.com, Jakarta - PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) memastikan bahwa pelayanan kepada nasabah tetap optimal selama proses persiapan penggabungan atau merger ketiga bank syariah milik Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yakni Mandiri Syariah, PT Bank BRIsyariah Tbk, dan PT Bank BNI Syariah.

Direktur Utama Mandiri Syariah Toni EB Subari mengatakan nasabah tidak perlu khawatir, Mandiri Syariah memastikan layanan dan operasional untuk nasabah pun akan tetap berjalan berdasar pemenuhan kebutuhan nasabah (customer centric).

“Tidak ada perubahan pada operasional, kebutuhan nasabah tetap menjadi prioritas dan pelayanan akan tetap kami berikan secara optimal,” jelasnya menegaskan.

Selama proses integrasi maupun setelah integrasi, ketiga bank syariah dan para pemegang saham menjamin tidak akan ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), Sedangkan bagi para nasabah, merger ini belum berlaku efektif. Penandatangan Conditional Merger Agreement (CMA) merupakan langkah awal dari proses merger.

Mandiri Syariah menyatakan kesiapannya bersinergi untuk menciptakan bank syariah yang modern dan inovatif berskala global. Penggabungan ketiga bank syariah milik Himbara tersebut bertujuan agar Indonesia yang merupakan negara berpopulasi umat muslim terbesar di dunia mampu memiliki bank syariah terbesar di Tanah Air yang berskala global. Selain itu, penggabungan ini diharapkan semakin meningkatkan potensi ekonomi dan keuangan syariah yang sedang tumbuh positif meski di tengah pandemi.

Hingga akhir Agustus 2020 beberapa indikator kinerja Mandiri Syariah positif dan tumbuh, sehat dan sustain yaitu laba bersih tumbuh 26,58 persen year on year (yoy) menjadi Rp957 miliar (unaudited), pembiayaan tumbuh hingga 6,18 persen yoy menjadi Rp76,66 triliun dimana pembiayaan segmen ritel tumbuh 12,52 persen menjadi Rp48,55 triliun seiring strategi fokus yang ditetapkan. Peningkatan laba bersih dan pembiayaan Mandiri Syariah tersebut ditopang pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai 13,17 persen yoy menjadi Rp99,12 triliun.

Seperti diketahui anggota Himbara selaku perusahaan induk ketiga bank syariah nasional yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk telah menandatangani CMA bersama PT Bank BRIsyariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah.

Rep. Aldiansyah Nurrahman