Kamis, 6 Agustus 2020
17 Thu al-Hijjah 1441 H
Home / Keuangan / Program Entaskan Kemiskinan ala Dompet Dhuafa: Debirotikrasi, Efisensi, dan Kemandirian
Parni menyampaikan, berdasarkan data kajian Lembaga Think Tank bentukan Dompet Dhuafa, IDEAS menyatakan pertumbuhan garis kemiskinan yang rendah sepanjang 2016-2019. 

Sharianews.com, Jakarta ~ Dompet Dhuafa terus berupaya mengentaskan kemiskinan di tanah air. Berbagai cara dilakukan Dompet Dhuafa dalam mengatasi masalah tersebut.

Salah satunya dengan menerapkan kegiatan profetik filantropreneur (prophetic philanthropreneur) yang dijabarkan dalam prophetic socio-technopreneurship (wirausaha sosial profetik) untuk memutus lima lingkaran kemiskinan.  

Inisiator dan Ketua Pembina Dompet Dhuafa, Parni Hadi menyatakan, selama 26 tahun berdiri, Dompet Dhuafa melihat pengentasan kemiskinan harus berfokus pada pemberdayaan orang miskin atau kaum duafa. Untuk itu, perlu debirotikrasi, efisiensi dan kemandirian.

"Salah satunya dengan program Dari Desa, Demi Desa yang merupakan percikan gagasan untuk memakmurkan desa, tempat bermukim mayoritas orang miskin di Indonesia (Prawacana Desa Development Index),” ungkap Parni, di Auditorium Adhiyana Wisma Antara, Jakarta, Senin (9/12).  

Dalam acara diskusi Indonesia Poverty Outlokk 2020 yang diselenggarakan Dompet Dhuafa ini, Parni menyampaikan, berdasarkan data kajian Lembaga Think Tank bentukan Dompet Dhuafa, IDEAS menyatakan pertumbuhan garis kemiskinan yang rendah sepanjang 2016-2019. 

Di satu sisi menggambarkan keberhasilan pengendalian harga komoditas kebutuhan pokok, tetapi di saat yang bersamaan juga menggambarkan kenaikan pengeluaran rumah tangga miskin yang dipicu oleh bantuan sosial. 

Dalam empat tahun terakhir (Maret 2015 Maret 2019) 3,45 juta penduduk mampu keluar dari kemiskinan. Namun demikian, pencapaian ini lebih rendah dari target RPJMN yang mematok target angka kemiskinan 7-8 persen pada 2019. 

Terlebih, pemberantasan kemiskinan tidak mutlak menjadi tugas pemerintah saja. Lembaga sosial yang fokus pada pemberdayaan masyarakat pun turut ambil bagian. Salah satunya Dompet Dhuafa.

Sebagai lembaga yang mengelola dana Islam sosial. Dompet Dhuafa sangat concern dalam upaya pemberdayaan kaum duafa, baik dari sisi ekonomi, kesehatan, pendidikan, maupun pelayanan sosial kemasyarakatan. Semua dilakukan agar kaum duafa bisa dengan mudah mendapatkan akses pelayanan. 

Melalui Poverty Outlook 2020 ini, diharapkan dapat menjadi acuan dalam pembuatan kebijakan yang berkaitan dengan upaya pengentasan kemiskinan di tahun mendatang. Baik bagi pemerintah maupun pihak swasta yang memiliki fokus di bidang kemiskinan. 

Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat memberi pandangan dan masukan terkait program yang telah dijalankan oleh pemerintah maupun lembaga lainnya, serta kebijakan yang telah ada terkait upaya penanggulangan kemiskinan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2019 mencapai 25,14 juta jiwa atau sekitar 9,82 persen dari total penduduk. Jumlah tersebut berkurang 530 ribu jiwa dibandingkan posisi September tahun Ialu dan menyusut 805 ribu jiwa dibandingkan posisi Maret tahun lalu. 

Peran berbagai lapisan masyarakat dalam membantu pemerintah menanggulangi kemiskinan patut diapresiasi bersama. Beraneka ragam situasi dan kondisi ekonomi yang melanda negeri, mendorong Dompet Dhuafa bergerak mengatasi kemiskinan. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo