Jumat, 22 Januari 2021
09 Jumada al-akhirah 1442 H
Home / Global / Produk Halal Life Style Global Diprediksi Tumbuh 6 Persen pada 2020
-
Meski makanan dan produk halal life style global diperkirakan tumbuh di rentang lima tahun ke dapan, namun ada banyak tantangan yang mesti ditaklukkan.

Meski makanan dan produk halal life style global diperkirakan tumbuh di rentang lima tahun ke dapan, namun ada banyak tantangan yang mesti ditaklukkan.

Sharianes.com, Jakarta. Sektor makanan dan gaya hidup halal global diprediksi akan tumbuh sebesar 6 persen pada tahun 2020. Prediksi tersebut didasarkan pada laporan State of the Global Islamic Economy Report 2015/2016, yang dikeluarkan olehPusat Pengembangan Ekonomi Islam Dubai (DIEDC) bekerja sama dengan Thomson Reuters dan DinarStandard.

Menurut Pusat Pengembangan Ekonomi Islam Dubai, Dubai Chamber, Thomson Reuters, yang merupakan lembaga terpercaya dan terkemuka dunia dalam menyediakan refrensi berkualitas untuk bisnis dan para profesional, dalam  edisi kedua Konfrensi Kingkat Tinggi (KTT), Global Islamic Economy Summit (GIES), yang berlangsung dua tahun lalu (5-6/10/16), ada bebearpa sektor unggulan yang menjadi perhatian dunia Islam dalam mengembangkan industri halal.

Beberapa sektor unggulan yang menjadi pusat perhatian lebih dari 2 ribu pemimpin bisnis dunia itu, antara lain sektor wisata halal, makanan halal, farmasi dan kecantikan, fashion, media dan hiburan, serta aspek penting dalam pertumbuhan ekonomi Islam lainnya.

Sektor pariwisata dan maknan halal

Dilaporkan dalam KTT GIES tersebut, pasar muslim global menghabiskan $ 142 miliar untuk sektor pariwisata atau traveling  pada tahun 2014, dan diperkirakan akan mencapai $ 233 miliar pada tahun 2020.

Negara-negara tujuan wisatawan paling populer bagi traveler muslim adalah Malaysia, Turki, dan UEA. Ketiga negara tersebut dipilih karena dinilai selangkah lebih maju di banding negara-negara lain dalam hal pengembangan hotel, yang ramah bagi wisatawan muslim.

Negara-negara tersebut juga telah mengembangkan, berbagai saluran informasi utuk layanan tujuan wisata halal, meliputi kemudahan layanan hotel secara online, tujuan wisata secara online seperti misalnya HalalBooking.com.

Situs website yang berbasis di Turki ini bahkan, menargetkan penjualan tiket hotal sebanyak 10 juta per hotel pada 2016 dengan menyasar para pencari tujuan wisata serta pemesanan tiket perjalanan untuk wisatawan yang sadar gaya hidup halal.

***

Meskipun sektor wisata halal atau dikenal sebagai "Shariah-compliant" ini diperkirakan akan tumbuh sebesar 8,6 persen pada tahun 2020, namun beberapa investor masih enggan untuk berinvestasi di sektor bisnis pendukung seperti di bidang perhotelan yang ramah terhadap wisatawan muslim (muslim-friendly).

Banyak di antaranya khawatir kehilangan pendapatan, jika tidak memberi layanan hiburan, penjualan alkohol serta jamuan lain yang dilarang menurut ketentuan syariah.

Menurut Riyanto Sofyan, CEO Sofyan Hotel, "Industri pariwisata halal sebenarnya tidak terbatas hanya untuk  umat Islam, sebab nilai-nilai Islam sejatinya sangat universal dan inklusif, sehingga hotel halal seharusnya juga bisa memperluas jangkauan pasar menarik basis pelanggan yang lebih luas, terlepas dari  aspek agama."

Sementara itu, sektor makanan halal diharapkan tumbuh sebesar 5,8 persen pada tahun 2020. Dengan memenuhi suplai untuk kebutuhan pasokan hewan halal saja dapat menghasilkan pasar makanan organik senilai $ 100 miliar.

Meski begitu, untuk mewujudkan hal tersebut tidaklah mudah. Negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI), yang diharapkan menjadi pemain utama di sektor industri hewan halal ini belum sepenuhnya mampu memenuhi standar dan akreditasi yang diharapkan.

Permintaan terhadap informasi syariah tumbuh

Media muslim dan sektor hiburan, topik diskusi lain di GIES 2015, juga telah memperlihatkan peningkatan permintaan. Situs website berkembang pesat, dengan saluran informasi sesuai tema-tema yang menyasar kebutuhan pembaca kalangan muda Islam.

Sektor ini, diperkirakan akan tumbuh sebesar 5,5 persen pada tahun 2020, meski diprediksi masih menghadapi sejumlah tantangan karena persepsi publik bahwa konten Islam masih terbatas pada agama atau pendidikan.

Berbeda dengan industri fashion konvensional, yang menghadapi tekanan keuangan sebagai akibat dari resesi global, sektor fashionIslami terus berkembang. Sektor fashion Islam saat ini menyumbang sekitar 11 persen dari industri fashion global, dan diperkirakan akan tumbuh sebesar 6 persen pada tahun 2020.

Beberapa tantangan utama yang dihadapi sektor ini adalah kebutuhan untuk mengadopsi perspektif yang lebih luas saat harus menggabungkan nilai-nilai Islam di seluruh rantai nilai fesyen, kurangnya platform pembayaran terpadu, dan variasi dalam aturan dan peraturan pabean lintas negara.

Pada tahun 2013, pengeluaran Muslim global dalam industri farmasi mencapai $ 72 miliar, dan diperkirakan akan meningkat menjadi $ 103 miliar pada 2019. Salah satu tantangan utama yang dihadapi sektor farmasi dan perawatan kecantikan saat ini adalah kurangnya dana untuk penelitian dan pengembangan.

Majid Saif Al Ghurair, Ketua Dubai Chamber, mengatakan, selama bertahun-tahun kami telah melihat bagaimana keuangan Islam telah berkembang menjadi penawaran umum di lembaga keuangan, dan pola yang sama sedang berlangsung dalam sektor gaya hidup halal ekonomi Islam yang lebih luas.

“Dari pakaian, makanan hingga farmasi, permintaan terus berkembang dan apa yang benar-benar dibutuhkan, pada titik ini, adalah informasi bagi konsumen muslim,  tentang apa, tersedia di mana. Di sinilah laporan 'Kondisi Ekonomi Islam Global' akan melayani kebutuhan informasikeuangan Islam dan konsumen gaya hidup halal,”katanya.

Dunia makin remah terhadap konsumen muslim

Sementara itu, Abdulla Mohammed Al Anwar, CEO Pusat Pengembangan Ekonomi Islam Dubai mengatakan, muslim di seluruh dunia semakin menerima banyak produk dan layanan jasa ramah muslim yang beragam dan canggih, yang telah tersedia selama bertahun-tahun, terutama di negara-negara Barat dan masyarakat multikultural.

“Ide untuk membantu umat Islam menemukan pasar yang terus berkembangdan menjalani kehidupan yang lebih seimbang sesuai konten Islam, jelas membawa berkah bagi tumbuhnya potensi bisnis yang besar,”ujar Abdulla Mohammed Al Awar.

Sementara, Nadim Najjar, Direktur Pelaksana Thomson Reuters, Timur Tengah dan Afrika Utara, mengatakan, Thomson Reuters dengan bangga menyoroti pertumbuhan ekonomi Islam yang berkembang pesat dan multifaset dalam edisi perdana Laporan 'Negara Ekonomi Islam Global'.

“Dengan angka pertumbuhan yang mengesankan diprediksi selama lima tahun ke depan, beragam sektor dalam pasar gaya hidup halal semakin menonjol dalam ekonomi global, dengan dorongan daya beli konsumen Muslim. Laporan ini menjadi medium tak ternilai bagi para pemangku kepentingan utama dalam menavigasi tren yang muncul di industri halal,”jelasnya. (*)

Reporter: Linda Sarifatun Editor : Ahmad Kholil