Rabu, 27 Oktober 2021
21 Rabi‘ al-awwal 1443 H
Home / Lifestyle / Prihal Vaksin AstraZeneca, Wapres: Bukan Soal Halal dan Haram
Maka yang kita persoalan sekarang jangan bicara soal haram-haramnya

Sharianews.com, Jakarta - Status halal dan haram vaksin produk AstraZeneca memang menjadi perbincangan publik. Terlebih ketika Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan fatwanya.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengakui fatwa MUI tentang Penggunaan Vaksin Produk AstraZeneca sudah dikeluarkan dan sempat menjadi perbincangan halal. Namun, yang harus menjadi fokus, menurutnya, adalah soal boleh tidak bolehnya, seperti yang tercantum di dalam fatwa.

“MUI sesuai dengan pandangan dan keputusannya bahwa AstraZeneca walaupun ada persoalan di proses tetapi dinyatakan boleh digunakan karena hajah syar’iyah (kebutuhan mendesak). Maka yang kita persoalan sekarang jangan bicara soal haram-haramnya (sudah dibahas), tetapi boleh apa tidak boleh,” ujarnya, saat meninjau proses vaksinasi di Gedung MUI Pusat, Rabu (07/04).

Wapres menerangkan, vaksinasi saat ini hukumnya sudah menjadi kewajiban atau fardlu kifayah. Sebab, bangsa ini ingin mengejar tercapainya herd immunity yaitu tervaksinnya 181,5 juta atau 70 persen penduduk Indonesia. Ini sesuai dengan kewajiban menjaga diri dari wabah.

Wapres memuji langkah MUI yang melakukan vaksinasi AstraZeneca. Ini akan menjadi contoh yang baik dan meyakinkan masyarakat bahwa vaksin ini boleh dan aman digunakan. Masyarakat tidak perlu ragu vaksinasi, dari segi kebolehannya, menurut pandangan keagamaan oleh MUI. Ini mungkin akan terus dilanjutkan ke MUI Provinsi, Kabupaten, dan Kota.

 “Kemarin saya menyaksikan di beberapa daerah, banyak orang tua yang sudah divaksin, di Jawa Timur para Kiai juga sudah divaksin menggunakan AstraZeneca. Jadi saya pikir, ini hal yang sangat baik, mudah-mudahan vaksin AstraZeneca hari ini menjadikan semacam pendorong dan kepercayaan mempercepat proses vaksinasi agar mencapai kekebalan kelompok,” imbuhnya.

Dia juga mengingatkan agar meskipun proses vaksinasi sudah berjalan, masyarakat tetap harus waspada. Langkahnya dengan tetap menggunakan masker, menjaga jarak, serta tetap mematuhi protokol kesehatan.

Rep. Aldiansyah Nurrahman