Kamis, 17 Oktober 2019
18 Ṣafar 1441 H
Home / Lifestyle / Potensi Pasar Makanan dan Halal Lifestyle Global Capai USD 3,7 triliun pada 2019
FOTO | Dok. syarianews.com
Sektor pariwisata halal yang menjadi salah satu penggerak utama industri makanan, minuman, dan perhotelan juga berkembang mengikuti investasi produk gaya hidup halal.

Sharianews.com. Menurut laporan Global Islamic Economy Report terbaru pengeluaran global untuk produk makanan dan gaya hidup halal (halal lifestyle) naik 10,8 persen per tahun hingga 2019, sehingga menciptakan besaran nilai bisnis global senilai USD 3,7 triliun.

Penelitian yang dilakukan oleh Thomson Reuters dan DinarStandard atas prakarsa Pemerintah Dubai tersebut menampilkan data-data baru terkait pertumbuhan pesat di sektor makanan dan gaya hidup halal global.

Penelitian ini juga mencakup penilian terhadap perkembangan investasi di sektor penyediaan makanan halal Brasil dari pabrik produksinya di UEA, teknologi pengujian halal baru dari Perancis, Malaysia dan UEA, dan Pusat Pemasaran Internasional Dubai, sebagai Pusat Halal dan Ekonomi Islam baru.

Pada saat yang sama, sektor pariwisata halal yang menjadi salah satu penggerak utama industri makanan, minuman, dan perhotelan juga berkembang mengikuti investasi produk gaya hidup halal di banyak negara seperti di UAE, Maladewa, Spanyol, Jepang, Filipina, dan Rusia.

Dilaporkan dalam penelitian tersebut, pasar pariwisata halal saat ini cukup menjanjikan dan mewakili pangsa pasar 11,6 persen dari pengeluaran pariwisata global, tidak termasuk musim pengeluaran untuk Haji dan Umrah yang sangat padat. Sektor pariwista halal ini diperkirakan bernilai USD 238 miliar pada 2019.

Selain itu, penelitian juga menyebutkan besaran industri di sektor makanan halal saja tumbuh menjadi sebesar USD 2,537 triliun pada 2019, naik dari USD 795 miliar pada 2014 atau setara 21,2 persen dari belanja makanan global.

Adapun negara-negara teratas di bidang konsumsi makanan untuk konsumen muslim dunia adalah Indonesia dengan pasar senilai USD 190 miliar; Turki dengan pasar bernilai USD 168 miliar; Pakistan sebesar USD 108 miliar dan Iran dengan nilai pasar setara dengan USD 97 miliar berdasarkan data tahun 2013.

Penelitian tersebut juga menempatkan Malaysia, UAE, dan Australia di rangking teratas pada Indikator Makanan Halal, sub indikator dalam penelitian yang fokus pada penilaian terhadap aspek kesehatan ekosistem makanan halal di negara-negara tersebut dalam kaitannya dengan besaran nilai investasinya.

Perkembangan pesat UEA sebagai pusat perdagangan makanan halal internasional antara lain dapat dilihat dari gelaran even Halal  World Food di Dubai World Trade Centre (DWTC) awal tahun lalu.  Lewat even perdagangan industri bahan makanan halal tahunan terbesar di dunia ini, penyelenggara mampu menampilkan lebih dari 800 pemasok makanan bersertifikat halal di gelaran tahun ketiganya.

"Peningkatan pameran dan perusahaan halal kami didorong oleh adanya peluang investasi di seluruh rantai nilai makanan halal, di mana UKM makanan halal mencari pembiayaan Islam untuk modal kerja, pembiayaan perdagangan, dan kebutuhan ekspansi, produk baru yang sehat, bahan halal dan kerjasama dalam membangun merek global atau regional yang memiliki integritas tinggi di bidang industri halal,"kata Trixie LohMirmand, Wakil Presiden Senior, Pameran dan Manajemen Acara, DWTC sebagaimana dikutip dari www.khaleejtimes.com. (*)

Ahmad Kholil