Rabu, 3 Maret 2021
20 Rajab 1442 H
Home / Ziswaf / Potensi Aset Wakaf Pertahun Mencapai Rp2 Ribu Triliun
Foto dok. Pexels
Potensi aset wakaf pertahun mencapai Rp2 ribu triliun, sementara khusus potensi wakaf uang bisa menembus angka Rp188 triliun.

Sharianews.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan potensi wakaf sangat besar di Indonesia. Potensi aset wakaf pertahun mencapai Rp2 ribu triliun, sementara khusus potensi wakaf uang bisa menembus angka Rp188 triliun.

“Oleh karena itu, kita perlu perluas lagi cakupan pemanfaatan wakaf, tidak lagi terbatas untuk tujuan ibadah, tetapi dikembangkan untuk sosial-ekonomi yang memberikan dampak signifikan bagi pengurangan kemiskinan dan ketimpangan sosial dalam masyarakat,” ujarnya, di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/01).

Pada 2021, pemerintah akan terus mencari jalan menemukan terobosan untuk mengurangi ketimpangan sosial dalam rangka mewujudkan pemerataan pembangunan diseluruh pelosok Tanah Air.

“Sebelumnya saya telah berkali-kali menyampaikan, menekankan pentingnya redistribusi aset. Kemudian yang juga berkaitan perluasan akses permodalan. Kemudian penguatan keterampilan dan perubahan budaya dalam mengatasi kemiskinan dan kesenjangan sosial,” kata Presiden ketujuh Indonesia ini.

Salah satu langkah terobosan yang perlu dipikirkan adalah pengembangan lembaga keuangan syariah yang dikelola berdasarkan sistem wakaf, karena potensi wakaf di Indonesia sangat besar, baik wakaf benda tidak bergerak maupun benda bergerak, termasuk wakaf dalam bentuk uang.

Dalam rangkaian ikhtiar besar itu, pemerintah mengembangkan Badan Wakaf Indonesia diberbagai tempat dan memperkuat lembaga yang bergerak di bidang zakat, infak, sedekah dan wakaf untuk mendukung pemberdayaan ekonomi umat.

Selain itu pemerintah meluncurkan Gerakan Nasional Wakaf Uang yang merupakan bagian penting, bukan hanya untuk meningkatkan kepedulian, literasi, serta edukasi masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah, tetapi juga sebagai upaya memperkuat rasa kepedulian solidaritas sosial untuk mengatasi kemiskinan dan ketimpangan di Indonesia.

Rep. Aldiansyah Nurrahman