Minggu, 19 Januari 2020
24 Jumada al-ula 1441 H
Home / Keuangan / Plafon Hedging Syariah Bank Muamalat dan INACOM Sebesar 14 Juta Dolar AS
Hedging Syariah ini merupakan transaksi yang dilakukan berdasarkan pada prinsip syariah dalam rangka memitigasi risiko perubahan nilai tukar

Sharianews.com, Jakarta ~ PT Bank Muamalat Indonesia Tbk bersama PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) atau Indonesia Commodity (INACOM) fasilitasi lindung nilai (hedging) syariah.

Hedging Syariah ini merupakan transaksi yang dilakukan berdasarkan pada prinsip syariah dalam rangka memitigasi risiko perubahan nilai tukar atas mata uang tertentu di masa yang akan datang.

Direktur Keuangan dan Umum INACOM, Heryanto Eko Purnomo menyampaikan, plafon yang diberikan dari Bank Muamalat sebesar 13-14 juta dolar AS. “Setara sekitar Rp200miliar per periode, bisa digunakan semua maupun tidak,” sambungnya, belum lama ini.

Hedging ini merupakan kali pertama digunakan INACOM dalam bisnis. Pemilihan hedging syariah ini dinilai layak karena Bank Muamalat merupakan bank syariah pertama di Indonensia yang memiliki layanan lengkap. Termasuk kantor cabang di Malaysia yang menjadi salah satu pasar ekspor INACOM.

Sementara itu, Chief of Corporate Banking Officer Bank Muamalat, Irvan Yulian Noor mengatakan, fasilitas hedging syariah ini menunjukkan bahwa produk treasury Bank Muamalat sangat variatif dan mampu mengakomodir kebutuhan bisnis nasabah, khususnya dalam hal transaksi jual/beli valuta asing.

"(Diharapkan hedging syariah) akan berdampak positif terhadap pertumbuhan funding dan fee based income, sekaligus menyumbang pertumbuhan positif terhadap nasabah baru perseroan," tutur Yulian.

Hedging syariah sesuai dengan fatwa DSN MUI No. 96/DSN-MUI/IV/2015 tentang Transaksi Lindung Nilai Syariah (Al Tahawwuth Al-Islami) Atas Nilai Tukar. (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo